Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Bendahara Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bendahara Sekolah. Tampilkan semua postingan
Bingung untuk Menyusun Program Kerja Bendahara Sekolah? Coba Baca Ini!

Bingung untuk Menyusun Program Kerja Bendahara Sekolah? Coba Baca Ini!

Secara garis besar, bendahara sekolah memiliki tugas utama yaitu pengelolaan uang yang dimiliki oleh suatu sekolah. Namun dalam pelaksanaannya, ada banyak program kerja yang harus dikerjakan oleh bendahara sekolah yang pada intinya semua program yang ada merupakan pengelolaan uang sekolah, mulai dari pengajuan, pencairan, penggunaan, pencatatan dan penyusunan laporan.

Nah, dari beberapa program kerja tersebut ada beberapa bendahara sekolah yang masih bingung dalam penyusunannya. Di sekolah saya, program kerja bendahara sekolah disusun atau diperbarui satu tahun sekali yang dilaksanakan pada akhir tahun anggaran, biasanya pada bulan November sampai Desember.

Sudah lima tahun berjalan saya menjabat bendahara sekolah di SMP Nurul Jadid Paiton, dan sudah lima kali juga saya menyusun program kerja. Program kerja yang saya susun meruapakan pekerjaan sehari-hari yang saya lalui. Seperti di awal telah saya jelasakan bahwa semua memang berurusan dengan uang yang dimiliki sekolah. 

Baca Juga : Ragu untuk Menjadi Bendahara? Coba Baca Beberapa Manfaatnya Ini

Di pesantren tempat saya mengabdi, beberapa waktu lalu telah diadakan seminar dan bimtek penyusunan program kerja bagi semua bagian, termasuk bendahara sekolah. Pada acara itu saya mendapat ilmu tentang penyusunan program kerja yang pada intinya adalah "tulis apa yang Anda kerjakan dan kerjakan apa yang Anda tulis". Maka, dalam penyusunan program kerja bendahara sekolah, saya memang benar-benar menyusun sesuai dengan apa yang saya kerjakan sehari-hari.

Namun, meski hanya mengurus uang sekolah jangan salah jika sebenarnya sebagai bendahara sekolah, kita juga harus memiliki program kerja yang akan menjadi acuan bekerja selama satu tahun berjalan. 

Seperti di sekolah saya misalnya, karena berada di bawah naungan pesantren saya juga terlibat dalam pengurusan pembayaran Biaya Pendidikan Santri (BPS) yang wajib dibayar tiap tiga bulan sekali (triwulan). 

Ada beberapa program kerja yang saya jalankan sebagai bendahara sekolah yaitu:

  1. Penyusunan Program kerja bendahara
  2. Penerimaan Keuangan Sekolah
  3. Pengeluaran keuangan sekolah
  4. Pengelolaan Gaji bulanan pegawai
  5. Pengelolaan Gaji ke 13 dan 14 pegawai
  6. Pengelolaan Biaya Pendidikan Santri (BPS)
  7. Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban dana operasional pesantren
  8. Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Dana BOS
Dari delapan program kerja tersebut kemudian dijabarkan lagi ke dalam kegiatan yang tiap program meiliki dua sampai tiga kegiatan. Pada poin nomer 6 misalnya, dari program kerja Pengelolaan Biaya Pendidikan Santri, ada empat kegitan yaitu:
  1. Bekerjasama dengan wali kelas untuk mengumumkan nomer Vortual Account kepada siswa-siswi dan orang tua
  2. Melayani pertanyaan seputar BPS baik dari siswa maupun orang tua
  3. Validasi pelunasan pembayaran BPS
  4. Membantu pengurusan keringanan pembayaran siswa, baik karena bersaudara atau kurang mampu
Bgitu juga dengan program kerja yang lain, semua memiliki kegiatan sesuai dengan ketentuang. Dengan program kerja ini, sebagai bendahara sekolah saya merasa sangat terbantu dalam menyelesaikan semua pekerjaan. Pekerjaan juga bisa berjalan lancar, sesuai dengan jadwal dan bisa menghasilkan output (laporan) yang baik.
Sebagai gambaran, berikut ini merupakan program kerja bendahara SMP Nurul Jadid yang baru saja saya susun pada akhir Desember 2021 lalu. 


Semoga bermanfaat, semangat dalam bekerja dan salam bahagia..


Dokumen Pelengkap PKKS yang Harus Disiapkan Bendahara Sekolah

Dokumen Pelengkap PKKS yang Harus Disiapkan Bendahara Sekolah

Penilaian Kerja Kepala Sekolah atau biasa disingat PPKS merupakan kegitan rutin tahunan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai bagaimana kualitas pengelolaan organisasi di sebuah sekolah dalam satu tahun terakhir.

Di sekolah saya, karena berdiri di bawah naungan yayasan, selain PKKS dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan juga dilakukan oleh Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid. 

Tanggal 31 Januari 2021 kemarin, sekolah kami melaksanakan PKKS oleh Biro Pendidikan PP. Nurul Jadid. Kegiatannya dimulai dari jam 09.00 pagi hingga jam 13.00 siang. Ada beberapa hal yang ditanyakana oleh pengawas Biro Pendidikan, semuanya berdasar pada instrumen yang telah disampaikan jauh hari sebelum pelaksanaan.

Sebagai bendahara sekolah, saya juga kebagian untuk ikut dalam kegiatan PKKS ini, termasuk juga dalam hal menyiapkan dokumen penunjangnya. Sesuai instrumen PKKS, ada tiga dokumen yang harus saya siapkan, yaitu Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS), Buku Kas  Umum (BKU) dan laporan keuangan secara rinci.

Baca Juga : Ragu untuk Menjadi Bendahara? Coba Baca Beberapa Manfaatnya Ini

Sebenarnya, ketiga dokumen tersebut sudah siap diverifikasi oleh pengawas, mengingat dokumen-dokumen ini secara berkala telah saya kerjakan, terlebih BKU dan laporan keuangan. Agar lebih detail berikut ketiga dokumen tersebut saya jabarkan.

Rencanca Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS)

RKAS merupakan dokumen pertama yang harus disiapkan bendahara sekolah dalam hal supervisi apapun, baik untuk PKKS, akreditasi dan lainnya.

Disekolah kami, RKAS biasanya akan mulai dikerjakan pada akhir tahun anggaran berjalan, tepatnya bulan November hingga Desember. RKAS dibuat berdasarkan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang melibatkan beberapa unsur, mulai dari pengurus sekolah, pengurus komite, wali murid hingga pengurus pesantren.

Dokumen ini memuat seluruh kegiatan yang akan berjalan dalam satu tahun, termasuk juga berapa besaran anggaran yang dibutuhkan. 

Sebagai bentuk pengesahan dari RKAS yang telah disusun, selain telah ditandatangani oleh ketua komite sekolah dan ketua yayasan, saya juga tidak lupa menyiapkan dokumen penunjang lain dalam penyusunannya, mulai dari undangan rapat, daftar hadir peserta rapat, keputusan rapat dan dokumentasinya. 

Oh iya, pada PKKS kemarin dalam RKAS kami juga telah menampilkan skala prioritas dari kegiatan dan anggaran yang telah disusun, mulai dari jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Alhamdulillah, untuk dokumen RKAS tidak ada masalah saat diverifikasi oleh pengawas Biro Pendidikan.

Buku Kas Umum (BKU)

Buku Kas Umum merupakan dokumen yang berisi tentang catatan seluruh keuangan sekolah, baik penerimaan dan pengeluaran. BKU merupakan dokumen yang statis, dapat berubah sewaktu-waktu sesuai RKAS.

Biasanya, BKU menjadi dasar verifikator untuk mengecek seluruh keadaan keuangan sekolah sebelum selanjutnya mengecek bukti pengeluaran, seperti nota, kwitansi dan daftar penerima.

Laporan Pertanggungjawaban Keuangan (LPJ)

Dokumen terakhir yang harus disiapkan bendahara sekolah saat PKKS adalah LPJ. Dokumen ini memuat segala laporan keuangan yang di dalamanya juga telah memuat banyak dokumen, mulai dari buku kas umum, buku pembantu kas, buku pembantu bank, buku pembantu pajak, surat pernyataan tanggung jawab mutlak, nota, kwitansi dan daftar penerima.

Saat PKKS kemarin saya menyiapkan beberapa LPJ Keuangan, karena tahun 2020 sekolah saya menerima beberapa sumber dana, dari BOS, operasional pesantren hingga bantuan hibah pengadaan komputer. 

Baca Juga : Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Laporan BOS

Semua LPJ ini penting disampaikan agar faktor transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan bisa diketahui oleh semua pihak dan agar penilaian yang dilakukan bisa mendapatkan nilai yang bagus.

Nah, itulah tiga dokumen penunjang PKKS yang sudah saya siapkan dan diverifikasi oleh pengawas. Alhamdulillah, karena semua dokumen telah saya siapkan secara berkala, jadi tidak repot jika sewaktu-waktu ada supervisi lagi.

Semoga bermanfaat dan salam bahagia..


5 Aturan Dalam Surat Pengunduran Diri Kerja Serta Contohnya Yang Benar dan Sopan

5 Aturan Dalam Surat Pengunduran Diri Kerja Serta Contohnya Yang Benar dan Sopan

Setiap orang pasti memiliki impian untuk dapat bekerja sesuai passion di sebuah perusahaan impian. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ia telah meraih impiannya tersebut, tidak jarang juga ada yang terpaksa harus membelok dari apa yang telah direncanakannya. Tiba-tiba muncul rasa untuk mencoba pekerjaan dan tantangan baru di perusahaan lain guna meningkatkan potensi diri. 

Jika hal tersebut terjadi kepada Anda, maka sebaiknya Anda mulai berfikir untuk membuat surat pengunduran diri kerja yang benar dan sopan. Ini harus Anda lakukan agar pihak perusahaan tempat Anda bekerja sekarang bisa menerima maksud dan keinginan Anda dengan baik.

Baca Juga : Menjadi Guru SMP : Ketika Cita-cita tak Sejalan dengan Kenyataan

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam membuat surat pengunduran diri kerja yang baik dan sopan, karena mengundurkan diri dari sebuah perusahaan bukanlah perkara mudah. Meski Anda akan meninggalkan tempat bekerja, bukan berarti bisa membuat surat sesuka hati, melainkan harus tetap menjaga hubungan baik demi mempertahankan nama baik dan koneksi di dunia kerja. 

Nah, berikut ini meruakan 5 aturan yang harus diperhatikan dalam pembuatan surat pengunduran diri kerja, yaitu:

1. Mencantumkan Tujuan yang Logis

Terangkan dengan jelas alasan pengunduran diri Anda secara singkat, padat, dan jelas. Tidak perlu menjelaskan alasannya secara panjang. Karena perusahaan hanya ingin tahu alasan pengunduran diri Anda, bukan hal lain yang tidak ada kaitannya dengan Anda dan perusahaan.

2. Memilih Kata Yang Sopan

Rangkai kata pengunduran diri Anda dengan baik agar terdengar sopan dan penuh hormat. Jangan karena Anda akan meninggalkan perusahaan tempat bekerja selama ini lantas bisa berbicara semau hati. Ingat, memiliki koneksi di tempat kerja itu sangat penting. Memiliki nama baik di sebuah perusahaan nantinya bisa dijadikan sebagai batu lompatan untuk kebaikan karir Anda di masa depan. 

3. Mencantumkan Identitas Diri

Anda wajib mencantumkan nama, alamat dan jabatan dalam surat pengunduran diri kerja. Fungsinya adalah sebagai data perusahaan serta informasi yang lebih mendetail.

4. Mengucapkan Rasa Terima Kasih

Anda juga wajib mencantumkan ucapan rasa terima kasih pada paragraf kedua setelah penjelasan alasan pengunduran diri. Sampaikan rasa terima kasih Anda karena telah diberi kesempatan untuk bekerja pada perusahaan selama ini.

Baca Juga : Ragu untuk Menjadi Bendahara? Coba Baca Beberapa Manfaatnya Ini

Poin ini akan membuat Anda terkesan lebih professional serta rendah hati, sehingga perusahaan juga akan merasa lebih segan.

5. Berikan Juga Ucapan “Mohon Maaf”

Selain mengucapkan terima kasih, Anda juga harus mencantumkan permohonan maaf jika selama bekerja masih ada beberapa tugas yang belum selesai. Sampaikan juga permohonan maaf jika selama selama bekerja ada kesalahan yang Anda perbuat baik sengaja ataupun tidak sengaja.

Berikut ini contoh surat pengunduran diri kerja yang benar dan sopan :

SURAT PENGUNDURAN DIRI


Kepada Yth,
HRD
PT. Sumber Alfaria Trijaya

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama        : Abdur Rosyid

NIK           : 123456789

Jabatan    : Kepala Toko

Toko    :    Paiton Probolinggo

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa mulai tanggal 17 Januari 2021 saya mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri sebagai karyawan PT. Sumber Alfaria Trijaya. 

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan atas kesempatan yang diberikan untuk bekerja di PT. Sumber Alfaria Trijaya.

Melalui surat ini saya memohon maaf kepada segenap manajemen dan karyawan PT. Sumber Alfaria Trijaya jika terdapat kesalahan yang saya perbuat selama bekerja. Besar harapan saya PT. Sumber Alfaria Trijaya akan terus berkembang dan maju.

Paiton, 15 Januari 2021
Hormat Saya,


Abdur Rosyid

NIK 123456789


Syarat Perubahan Specimen Tanda Tangan Bank Jatim, BRI dan BNI

Syarat Perubahan Specimen Tanda Tangan Bank Jatim, BRI dan BNI

Tugas Bendahara sekolah tidak akan jauh dengan yang namanya bank, termasuk juga saat ada pergantian Kepala Sekolah. Bendahara memiliki tugas untuk mengajukan perubahan specimen tanda tangan kepala sekolah yang baru atau perubahan pemegang buku rekening kepada bank dimana uang sekolah disimpan.


Kebetulan awal tahun ini sekolah saya mengalami pergantian kepala sekolah. Kepala sekolah yang lama naik jabatan menjadi Kepala SMA Nurul Jadid, sementara kepala SMP Nurul Jadid dijabat oleh Bapak Drs. Rahardjo, guru senior di sekolah saya.

Selain tulisan ini, saya juga telah membuat video yang lebih detail berikut ini. Silahkan disimak.


Setelah proses serah terima jabatan dan serah terima saldo keuangan selesai dilakukan, sebagai bendahara sekolah saya memiliki tugas untuk mengajukan perubahan specimen tanda tangan buku rekeing bank kepada tiga bank yang sebelumnya telah terjalin kerjasama, Bank Jatim, BRI dan BNI.
Baca Juga : Ragu untuk Menjadi Bendahara? Coba Baca Beberapa Manfaatnya Ini
Dari ketiga bank tersebut, masing-masing memiliki syarat perubahan specimen tanda tangan buku rekening bank yang berbeda. Namun meski berbeda, secara garis besar bisa dikatakan sama. Berikut ini rinciannya.

Syarat Perubahan Specimen Tanda Tangan Bank Jatim

Sebagai bank daerah Jawa Timur, Bank Jatim memiliki syarat perubahan specimen tanda tangan yang cukup banyak, yaitu:
  1. Mengisi formulir yang disediakan Bank Jatim
  2. Buku Tabungan yang Lama
  3. Fotokopi Akta Yayasan
  4. Fotokopi SK Kemenkumham Yayasan
  5. Fotokopi NPWP Yayasan
  6. Fotokopi Sertifikat Izin Operasional Sekolah
  7. Fotokopi NPWP Sekolah
  8. Fotokopi SK Pengangkatan Kepala Sekolah oleh Yayasan
  9. Fotokopi SK Pengangkatan Bendahara Oleh Kepala Sekolah
  10. Fotokopi KTP Kepala dan Bendahara
  11. Fotokopi NPWP Kepala Sekolah dan Bendahara
  12. Stempel Sekolah
Baca Juga : Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Laporan BOS
Jika beberapa syarat di atas telah terpenuhi, selanjutnya kepala sekolah dan bendahara bisa mendatangi kantor Bank Jatim terdekat untuk selanjutnya membubuhkan tanda tangan pada specimen buku rekening bank yang telah dicetak oleh petugas.

Syarat Perubahan Specimen Tanda Tangan Bank BRI

Syarat perubahan specimen tanda tangan BRI lebih simpel dari Bank Jatim. Kepala dan bendahara sekolah cukup membawa syarat berikut ini:
  1. Mengisi formulir yang disediakan Bank BRI
  2. Buku Tabungan yang Lama
  3. Surat Permohonan Pergantian Pemegang Rekening dari Sekolah, atau
  4. Surat Permohonan Pergantian Specimen Tanda Tangan dari Sekolah
  5. Fotokopi SK Pengangkatan Kepala Sekolah oleh Yayasan
  6. Fotokopi SK Pengangkatan Bendahara Oleh Kepala Sekolah
  7. Fotokopi KTP Kepala dan Bendahara
  8. Stempel Sekolah

Bawalah beberapa syarat di atas ke kantor Bank BRI terdekat untuk selajutnya dilakukan validasi dan penerbitan buku rekening baru oleh petugas. Selanjutnya, kepala dan bendahara sekolah bisa membubuhkan tanda tangan pada specimen yang telah disediakan.



Oh iya, sebagai gambaran, di atas adalah Surat Permohonan Pergantian Pemegang Rekening dari Sekolah kami (SMP Nurul Jadid). Format tersebut bisa saja berbeda dengan format yang lain, tapi semoga saja bermanfaat.

Syarat Perubahan Specimen Tanda Tangan Bank BNI

Syarat perubahan specimen tanda tangan bank BNI tidak jauh berbeda dengan bank BRI. Kepala dan bendahara sekolah cukup membawa syarat berikut ini:
  1. Mengisi formulir yang disediakan Bank BNI
  2. Buku Tabungan yang Lama
  3. Surat Permohonan Pergantian Pemegang Rekening dari Sekolah, atau
  4. Surat Permohonan Pergantian Specimen Tanda Tangan dari Sekolah
  5. Fotokopi SK Pengangkatan Kepala Sekolah oleh Yayasan
  6. Fotokopi SK Pengangkatan Bendahara Oleh Kepala Sekolah
  7. Fotokopi KTP Kepala dan Bendahara
  8. Stempel Sekolah

Sama dengan Bank BRI, jika syarat di atas sudah lengkap, kepala dan bendahara sekolah dapat mengunjungi kantor Bank BNI terdekat untuk diterbitkan buku tabungan baru dan membubuhkan tanda tangannya di specimen.
Baca Juga : 3 Hal Seru Saat Membuka Rekening Tabungan Baru
Nah, itulah beberapa Syarat Perubahan Specimen Tanda Tangan Bank Jatim, BRI dan BNI yang beberapa waktu terakhir saya dan kepala sekolah lakukan.

Selamat bekerja dan salam bahagia..

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Laporan BOS

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Laporan BOS

Tahun 2013 adalah tahun pertama saya bergabung ke dalam tim keuangan sekolah. Waktu itu, jabatan saya adalah Bagian Administrasi Keuangan dengan beberapa rincian tugas yang salah satunya adalah membantu bendahara sekolah menyusun laporan BOS (Bantuan Operasional Sekolah).


Awal-awal mendapat tugas ini, saya merasa tertekan dengan banyaknya jenis pengeluaran yang ada. Maklum, murid di sekolah tempat saya mengabdi cukup banyak, yaitu sekitar seribu tigaratusan lebih. Namun meski minim ilmu tentang BOS, saya tidak menyerah. Saya terus belajar, baik kepada atasan atau secara otodidak dari internet.

Seiring berjalannya waktu, saya sudah mulai biasa dengan pekerjaan yang cukup berat ini. Saya mulai bisa membantu atasan untuk menyusun RKAS (Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah), saya juga sudah biasa menyesuaikan pengeluaran dengan RKAS kemudian melaporkannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sampai saat ini, saat saya sudah menjadi bendahara sekolah, saya tetap masih bergelut dengan penyusunan laporan BOS. Alhamdulillah, setelah sekian tahun, saya sudah mulai enjoy. Saat menghadapi Inspektorat Kabupaten atau BPK (Badan Pengawas Keuangan) ketika diadakan monitoring dan evaluasi pun saya tidak menemukan kendala berarti. Kalaupun ada temuan, baik dari inspektorat atau BPK, saya bisa menyelesaikan temun tersebut dengan segera.
Baca Juga : Ragu untuk Menjadi Bendahara? Coba Baca Beberapa Manfaatnya Ini
Nah, bermodal pengalaman dan ilmu yang masih sedikit, saya ingin mencoba berbagi, apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan BOS, agar saat dilakukan pemeriksaan tidak ada kendala yang berarti.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan BOS.

1. Baca dan Sesuaikan Laporan dengan Juknis BOS

Juknis atau Petunjuk Teknis BOS adalah aturan baku yang dikeluarkan pemerintah dalam pelaksanaan penyaluran BOS. Semua dijelaskan dalam juknis ini secara lengkap dan mudah sekali difahami. Mulai dari tata cara penggunaan, jumlah alokasi yang diterima sekolah, waktu realisasi, pertanggungjawaban hingga format lampiran-lampiran yang dibutuhkan.


Juknis BOS ini disediakan pemerintah dan bisa didapatkan oleh siapa saja secara gratis. Biasanya, saya men-download di situs Kemendikbud pada awal tahun anggaran.

Sebagai penyusun laporan BOS, maka kita harus faham betul apa yang ada dalam juknis BOS ini. Kita juga harus menyesuaikan laporan yang kita buat dengan apa yang ada dalam juknis BOS. Misalnya, berapa % penggunaan maksimal dana BOS untuk honor guru, maka kita harus mengikuti ketentuan yang ada pada juknis ini.

Oh iya, dalam pelaksanaannya, setiap tahun Juknis BOS biasanya akan ada perubahan meski tidak signifikan. Tahun 2019 ini saja jelas ada perubahan dari tahun sebelumnya. Yang saya temui ada dua poin, yaitu pada honor guru dan pengeluran pada komponen Pengelolaan Sekolah.

Pada tahun 2018, dana BOS yang diterima bisa digunakan untuk honor guru maksimal 50% untuk sekolah swasta dan 15% untuk sekolah negeri. Namun tahun ini, ada perubahan, yaitu 30% untuk sekolah swasta dan 15% untuk sekolah negeri.

Selain itu, juga ada perubahan pada komponen Pengelolaan Sekolah. Tahun 2018, dana BOS bisa digunakan untuk berbagai pengelolaan sekolah yang meliputi, pembelian bahan habis pakai, ATK hingga honor penyusunan laporan BOS. Namun tahun ini, pada komponen ini ada perubahan yang penekanannya lebih kepada inovasi sekolah. Honor penyusunan laporan BOS tahun ini tidak ada pada penegelolaan sekolah seperti tahun sebelumnya.

Nah, dari beberapa hal di atas tentu kita harus bisa menyesuaikan dan mengikuti semua pembelian atau kegiatan yang dilakukan dengan Juknis BOS.

2. Sesuaikan dengan RKAS

Hal kedua  yang harus diperhatikan dalam menyusun laporan BOS adalah menyesuaikan segala penerimaan dan pengeluaran dengan RKAS yang telah disusun. RKAS biasanya disusun saat awal tahun anggaran oleh tim sekolah, pengurus komite, perwakilan murid dan wali murid.


Dalam pelaksanaannya, semua yang ada dalam RKAS merupakan semua kegiatan dan anggaran sekolah yang akan dilaksanakan dalam satu tahun anggaran.

Nah, untuk itu jangan sampai laporan BOS yang kita susun berbeda dengan apa yang ada dalam RKAS. Selain itu untuk mempermudah penyusunan laporan BOS, usahakan semua kegiatan yang berjalan sehari-hari dan berkaitan dengan uang sesuai dengan RKAS.

3. Buat Catatan Sesuai Aturan dan Mudah Dimengerti

Dalam menyusun laporan BOS, seorang bendahara diminta untuk membuat beberapa format buku yang telah ditentukan, mulai dari kas umum, pembantu kas (kas tunai), buku pembantu bank, buku pembantu pajak, objek belanja, formulir pemeriksaan kas, laporan realisasi belanja hingga surat pernyataan tanggung jawab belanja yang bermaterai dan ditandatangani kepala sekolah.

Biasanya para bendahara penyusun laporan BOS menyebut form-form itu dengan singkatan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Ada K3, K4, K5, K6, K7, K7a, BOS7, 8, 9 dan beberapa singkatan lainnya. Semua form ini bisa kita buat sendiri menyesuaikan dengan format yang telah disediakan dalam Juknis BOS.

Nah, buatlah catatan dalam beberapa form di atas sesuai aturan dan mudah dimengerti. Jangan lupa tandatangani semua form tersebut dengan lengkap dan pastikan gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua kalangan.
Baca Juga : Download Alpeka BOS 2015 Ver 105 dan Cara Penggunaannya
Hal ini penting karena laporan BOS yang telah kita susun akan menjadi bahan yang harus kita pertanggungjawabkan kepada siapapun yang membutuhkan, baik itu pemerintah dalam hal ini inspektorat dan BPK maupun unsur lain seperti wali murid, pengurus komite atau pengurus yayasan.

Saat laporan yang kita susun mengandung catatan yang sesuai dan mudah dimengerti, tentu tidak akan ada masalah saat kita mempertanggungjawabkannya.

4. Lengkapi Bukti Pengeluaran dengan Nota dan Foto yang Sesuai

Untuk lebih memberi nilai kualitas dan akurat pada laporan BOS yang telah kita susun, maka sebaiknya lengkapilah semua pembelian atau kegiatan dengan nota dan foto yang sesuai. Dua bukti fisik ini, akan semakin menguatkan bahwa laporan kita bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu, melengkapi pembelian atau kegiatan dengan nota dan foto juga akan membuat siapapun yang melakukan monitoring dan evaluasi tidak perlu berkeliling melihat barang atau kegiatan secara langsung, tetapi mereka cukup melihat di foto yang telah kita lampirkan sambil lalu kita jelaskan bentuk pembelian atau kegiatan yang dilakukan.

5. Rekap dan Bayar Semua Jenis Pajak

Menerima bantuan pemerintah, maka kita harus siap untuk melaksanakan semua ketentuannya. Termasuk juga dana BOS dengan ketentuan penerimanya harus membayar pajak dari transaksi pengeluaran yang terjadi.

Saat kita menyusun laporan BOS, tentu kita akan berhadapan juga dengan yang namanya pajak, baik pajak pembelian barang (PPN) atau pajak penghasilan (PPh 21) yang harus dibayar ke pemerintah pusat atauk pajak pembelian makanan dan minuman yang harus dibayar kepada pemerintah daerah.

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam memungut atau membayar pajak. Bendahara bisa mempelajarinya secara mandiri atau bisa juga belajar kepada kantor KP2KP. Sebagai bendahara, kita juga harus tahu tentang ini yang biasanya juga akan menjadi hal yang paling dicari oleh pemeriksa.


Nah, dalam menyusun laporan BOS, bendahara jangan lupa untuk mengurusi soal pajak ini. Baik untuk perekapannya atau pembayarannya yang sekarang sudah bisa dilakukan secara online melalui e-billing di situs resmi Direktorat Jenderal Pajak.

6. Lapor BOS Online

Hal terakhir yang harus diperhatikan dalam menyusun laporan BOS adalah melaporaknnya juga secara online. Lapor BOS online bisa dilakukan di situs kemendikbud dengan alamat: https://bos.kemdikbud.go.id/.


Laporan BOS online ini harus kita lakukan karena biasanya juga menjadi hasil yang akan dibawa oleh pemeriksa. Cara melapornya juga sangat mudah, tinggal klik-klik saja, masukkan angka dan semuanya akan tersaji secara otomatis.

Sumber untuk lapor bos online bisa kita dapatkan dan sama persis dengan isian yang ada pada form realisasi penggunaan dana atau form K7a. Jika form ini sudah ada, maka kita akan sangat mudah untuk mengisi laporan BOS online.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan BOS oleh bendahara sekolah. Sekali lagi, ini adalah ilmu yang saya dapat dari pengalaman setelah sekian tahun bergelut dengan laporan BOS.

Semoga bermanfaat. Jika ada yang perlu ditanyakan silahkan melalui kolom komentar di bawah, atau bisa langsung japri saya lewat media sosial.

Terimakasih dan salam bahagia..

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik