Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Mengenal PAFI, Organisasi Para Ahli Farmasi di Indonesia

Mengenal PAFI, Organisasi Para Ahli Farmasi di Indonesia

Organisasi kesehatan di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai negara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang kompleks, mulai dari penyakit menular hingga penyakit tidak menular, serta masalah gizi dan kesehatan ibu dan anak.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, berbagai organisasi kesehatan baik pemerintah maupun non-pemerintah bekerja sama dalam menciptakan program-program yang efektif dan berkelanjutan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) adalah lembaga pemerintah utama yang bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kebijakan kesehatan di seluruh negeri. Selain itu, terdapat berbagai organisasi internasional seperti WHO (World Health Organization) dan UNICEF yang aktif berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat lokal untuk memperkuat sistem kesehatan.

Salah satu organisasi kesehatan yang ada dan terus berkembang di Indonesia adalah Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) merupakan  organisasi yang memiliki sejarah panjang dan berperan penting dalam perkembangan industri farmasi di Indonesia. PAFI didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para apoteker serta memajukan ilmu farmasi di Indonesia.

Awal Berdirinya PAFI

Setelah Indonesia merdeka, kebutuhan akan tenaga kesehatan, termasuk apoteker, semakin meningkat. Pada periode ini, terdapat kesadaran akan pentingnya organisasi profesi yang dapat mengayomi dan mengembangkan profesi farmasi di Indonesia.

Pada tanggal 13 September 1963, PAFI resmi didirikan di Jakarta. Organisasi ini terbentuk melalui musyawarah para ahli farmasi yang bersepakat untuk mendirikan wadah yang dapat menaungi dan memperjuangkan kepentingan para apoteker di Indonesia.

Pendirian PAFI juga didukung oleh Kementerian Kesehatan dan institusi pendidikan farmasi, yang melihat perlunya sinergi antara tenaga profesional farmasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Peran PAFI dalam Peningkatan Standar Profesi Farmasi

Sejak awal berdirinya, PAFI telah aktif dalam meningkatkan standar profesi apoteker di Indonesia. Salah satu solusinya adalah dengan menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan workshop bagi apoteker untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Kontribusi PAFI Terhadap Perkembangan Industri Farmasi Nasional

PAFI juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan industri farmasi nasional. Melalui berbagai kegiatan advokasi dan kerja sama dengan pemerintah dan organisasi terkait, PAFI telah berpartisipasi dalam pengembangan kebijakan terkait regulasi dan pengembangan industri farmasi di Indonesia. Informasi detail mengenai PAFI dapat Anda lihat melalui website resminya yaitu https://pafikotacikarangpusat.org/.

PAFI: Mempertemukan Para Profesional Farmasi Indonesia

Salah satu fungsi utama PAFI adalah menyatukan para profesional farmasi Indonesia. Melalui berbagai kegiatan sosial, seminar dan konferensi, PAFI menjadi wadah bagi para profesional farmasi untuk bertukar informasi, pengalaman dan memperkuat jaringan profesional mereka.

Inovasi dan Pengembangan Industri Farmasi

PAFI juga mendorong inovasi dan pengembangan industri farmasi. Dengan mendukung penelitian dan pengembangan obat, serta meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan bagi apoteker, PAFI berupaya menjaga relevansi dan daya saing industri farmasi dalam menghadapi tantangan hibrida di masa depan.

Membangun Filosofi Profesionalisme

Sebagai wadah bagi para profesional farmasi Indonesia, PAFI juga berperan dalam membangun filosofi profesionalisme yang tinggi di antara para anggotanya. Dengan mengadopsi standar etika dan kode etik profesi, PAFI berkomitmen menjaga integritas dan reputasi industri farmasi di mata masyarakat.

Kesimpulan tentang PAFI

PAFI berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik farmasi, serta memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya. Beberapa kesimpulan utama tentang PAFI adalah:
  • Pendidikan dan Pelatihan: PAFI aktif dalam mengadakan program pendidikan dan pelatihan untuk anggota agar mereka dapat mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang farmasi.
  • Standar Profesional: PAFI menetapkan standar profesional dan etika bagi tenaga farmasi untuk memastikan praktik yang berkualitas tinggi.
  • Advokasi dan Kebijakan: PAFI berperan dalam advokasi dan pengembangan kebijakan terkait farmasi di Indonesia, termasuk peraturan dan undang-undang yang mendukung praktik farmasi yang baik.
  • Jaringan dan Kolaborasi: PAFI menyediakan platform bagi anggota untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan membangun jaringan profesional.
  • Kesejahteraan Anggota: PAFI juga memperhatikan kesejahteraan anggotanya dengan menawarkan berbagai manfaat dan dukungan.
Itulah beberapa ulasan tentang Perhimpunan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), semoga bermanfaat dan salam bahagia..

Mengapa Posisi Women on Top Berbahaya Bagi Pasangan Intim?

Mengapa Posisi Women on Top Berbahaya Bagi Pasangan Intim?

Agar tetap intim ketika melakukan hubungan seks, wajar jika Anda dan pasangan perlu menggonta-ganti posisi seks sehingga tidak bosan. Tetapi, walau ingin menikmati waktu yang intim dengan pasangan, jangan lupa bahwa penting memerhatikan keamanan ketika berhubungan intim. Sehingga, jangan sampai kegiatan mesra ini justru menimbulkan 'kecelakaan' yang berdampak fatal. 

Namun, tahukah Anda, dari berbagai posisi seks, posisi "woman on top" adalah posisi seks yang paling berbahaya bagi pria, kenapa demikian? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Mengapa Posisi Woman on Top Berbahaya?

Eksplorasi ketika berhubungan seks bisa membuat hubungan suami istri menjadi lebih hangat. Salah tidak dapat melakukannya karena posisi woman on top bukan memberi kesenangan melainkan membuat wanita kesakitan. Menurut Dr. Samantha DuFlo, terapis dasar panggul, terdapat sejumlah penyebab yang membuat perempuan mengalami rasa sakit saat bercinta dengan posisi di atas. Salah satunya adalah masalah fisiologis seperti fibroid atau endometriosis, yaitu kelainan karena jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim malah tumbuh di luar rahim. 

Baca Juga : Afasia : Pengertian, Penyebab, Gejala, Dan Jenis – Jenisnya

Hal lainnya yang membuat posisi bercinta woman on top terasa sakit pada wanita adalah masalah di otot dasar panggul. Kondisi tersebut biasanya dapat diatasi dengan senam kegel. Sam memberikan saran supaya pasangan suami istri melakukan pemanasan yang cukup sebelum bercinta. Pasalnya, pemanasan sangat penting untuk otot dasar panggul. Ketika perempuan berada di atas, maka dia menggunakan otot bokong dan otot kaki untuk mengontrol gerakan. Apabila otot-otot itu kencang atau tidak fleksibel, maka akan terasa tidak nyaman untuk mempertahankan posisi woman on top. 

Di samping itu, ketika otot-otot tidak cukup kuat, maka vulva bisa secara tidak sengaja membuat otot dasar panggul kencang berlebihan. Alhasil akan mendatangkan rasa sakit. Selain itu, rasa sakit juga dipengaruhi oleh kedalaman penetrasi. Di beberapa kasus, penetrasi yang terlalu dalam bisa menyentuh serviks atau leher rahim hingga memar. Ketika hal tersebut terjadi, sensasinya seperti kram, menstruasi ringan atau bahkan nyeri hebat dan tajam. 

Penyebab Fraktur Penis pada Posisi "Woman on Top"

Selain dapat mendatangkan rasa sakit pada wanita, posisi women on top juga dapat berbahaya bagi pria. Melansir Deccan Herald, sebuah penelitian di Kanada yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Urology, menemukan bahwa "woman on top" merupakan posisi seks paling berbahaya bagi pria. Hal ini dikarenakan posisi seks tersebut menjadi penyebab setengah dari jumlah kasus patah tulang penis, atau fraktur penis, yang diteliti.

Para penulis mencatat, "Studi kami mendukung fakta bahwa hubungan seksual dengan posisi 'woman on top' adalah posisi seksual yang paling berisiko terkait dengan fraktur penis". Penelitian tersebut dilakukan dengan mengamati tiga rumah sakit di Campinas, kota di Brazil yang berpenduduk tiga juta orang. Para tim peneliti menggunakan catatan rumah sakit, dan dalam beberapa kasus juga mewawancarai para pasien.

Tim peneliti mengamati pasien dengan dugaan "fraktur penis" selama periode 13 tahun. Dan setengah dari mereka, dengan usia rata-rata 34 tahun, dilaporkan mendengar retakan sebelum mengalami rasa sakit. Beberapa dari pasien tersebut juga menderita pembengkakan. Pasien menunggu sampai enam jam sebelum mencari bantuan medis.

Baca Juga : Pengalaman Saya saat Booster Vaksin Covid-19

Fraktur penis adalah kondisi klinis yang relatif tidak umum, yang bisa menyebabkan rasa takut dan malu, dan dapat menghambat fungsi seksual.

Para peneliti mengatakan bahwa, "Hipotesis kami, ketika perempuan berada di atas, dia mengontrol gerakan dengan seluruh berat badannya di penis yang sedang ereksi. Pria tidak dapat mengontrol ketika penis mengalami penetrasi dengan cara yang salah”.

Selanjutnya mereka menyatakan, "Sebaliknya, ketika pria mengendalikan gerakan, ia memiliki peluang yang lebih baik untuk menghentikan penetrasi yang salah, atau dapat meminimalisir rasa sakit".

Jadi, tidak hanya memerhatikan untuk mencapai kenikmatan, namun Anda dan pasangan juga harus perhatikan segi keamanan ketika berhubungan seks.


Afasia : Pengertian, Penyebab, Gejala, Dan Jenis – Jenisnya

Afasia : Pengertian, Penyebab, Gejala, Dan Jenis – Jenisnya

Afasia merupakan gangguan yang terjadi akibat kerusakan di bagian otak yang memproduksi dan memproses bahasa. Penderita afasia akan mengalami kesulitan berbicara, membaca, menulis, serta memahami bahasa.

Menurunnya kemampuan tersebut bisa berkisar dari yang ringan hingga sangat parah (mungkin hampir tidak bisa berkomunikasi dalam bentuk apapun). Beberapa orang dengan gangguan afasia akan mengalami kesulitan dalam satu bidang komunikasi. Contohnya, kesulitan untuk menyusun kata-kata menjadi kalimat yang bermakna, kesulitan membaca, atau bahkan kesulitan memahami apa yang dikatakan orang lain. 

Gejala yang ditimbulkan oleh setiap pengidap afasia bisa berbeda – beda tergantung pada lokasi stroke atau cedera otak yang menyebabkan gangguan afasia, tingkat kerusakan, usia orang yang bersangkutan, kesehatan umum orang yang bersangkutan dan kemampuan untuk pulih. 

Untuk informasi selengkapnya, berikut akan dijelaskan penyebab gangguan afasia beserta gejala dan jenis-jenisnya : 

Penyebab Gangguan Afasia

Gangguan afasia terjadi akibat ada kerusakan pada satu atau lebih bagian otak yang memegang peranan untuk memahami simbol-simbol bahasa. Gangguan ini bisa terjadi tiba-tiba, misalnya setelah stroke (penyebab paling umum) atau cedera kepala atau setelah operasi otak, atau bisa berkembang lebih lambat, sebagai akibat dari tumor otak, infeksi otak, maupun gangguan neurologis seperti demensia. 

Gangguan afasia sering terjadi akibat stroke. Meski demikian, perlu diperhatikan juga bahwa semua jenis kerusakan yang terjadi di area otak berpotensi untuk menyebabkan afasia. Seperti trauma otak, tumor otak, atau kelainan pada area otak lainnya.

Baca Juga : Penile Dysmorphic Disorder; Gejala dan Cara Menanganinya

Kemudian, gangguan afasia bisa dialami oleh siapapun tanpa memandang usia. Meski demikian, gangguan ini lebih sering terjadi pada orang yang berusia paruh baya dan berusia lanjut.

Gejala Gangguan Afasia

Tanda dan gejala afasia yang timbul pada setiap orang bisa bervariasi tergantung pada area otak yang terkena serta luasnya area yang terkena. Adapun gejala gangguan afasia yang mungkin terjadi antara lain :

  • Pengidap afasia akan kesulitan untuk memberi nama objek, tempat, peristiwa atau orang, sekalipun mereka dikenal oleh orang tersebut (fenomena ‘ujung lidah’).
  • Pengidap afasia juga kesulitan untuk mengekspresikan diri (menemukan kata – kata yang tepat) saat berbicara atau menulis.
  • Pengidap afasia akan kesulitan memahami percakapan.
  • Orang dengan gangguan afasia juga kesulitan membaca.
  • Terakhir, penderita afasia hanya berbicara dalam frasa pendek, itupun diproduksi dengan usaha keras.

Jenis – Jenis Gangguan Afasia

Adapun jenis – jenis gangguan afasia yang perlu diketahui adalah sebagai berikut : 

Afasia Global

Pengidap afasia global hanya bisa memproduksi dan memahami beberapa kosa kata saja. Selain itu, mereka juga tidak bisa membaca dan menulis.

Afasia Broca

Orang dengan gangguan afasia broca biasanya mengerti kata – kata yang disampaikan lawan bicaranya dengan cukup baik dan bisa membaca, namun terbatas dalam menulis.

Mixed Non-Fluent Afasia

Pengidap mixed non-fluent afasia kesulitan untuk melafalkan sebuah kata dan hanya bisa mengucapkan sedikit kata, sama persis dengan pengidap afasia broca. Namun bedanya, orang dengan mixed non-fluent afasia lebih kesulitan untuk memahami kosa kata yang dilontarkan lawan bicaranya. 

Afasia Anomik

Orang dengan gangguan afasia anomik cenderung kesulitan untuk menemukan kata yang bisa menggambarkan maksud mereka. 

Afasia Wernicke

Orang dengan gangguan afasia wernicke biasanya tidak memiliki masalah untuk memproduksi sebuah kata yang ingin diucapkannya, namun mereka kesulitan untuk memahami sebuah kata yang diucapkan.

Afasia Primer Progresif

Gangguan afasia primer progresif terjadi akibat sindrom neurologis yang akan mengganggu kemampuan bahasa pengidapnya secara progresif. Salah satu penyebab gangguan afasia jenis ini adalah karena penyakit Alzherimer. 

Nah, itulah informasi septar afasia, mulai dari pengertian, penyebab, gejala dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat. Salam sehat dan salam bahagia..


Penile Dysmorphic Disorder; Gejala dan Cara Menanganinya

Penile Dysmorphic Disorder; Gejala dan Cara Menanganinya

Banyak faktor yang bisa menjadikan para pria tampil percaya diri dan merasa bahwa dirinya sangatlah jantan. Salah satu faktor yang membuat pria merasa bahwa dirinya sangat jantan adalah berdasarkan ukuran dari organ intimnya. Beberapa pria beranggapan bahwa semakin besar ukuran organ intimnya maka akan semakin besar pula peluang pria bisa memuaskan pasangannya.

Dari banyaknya pemikiran para pria tentang hal tersebut membuat beberapa pria lainnya merasa tidak percaya diri dengan ukuran organ intimnya yang dirasa terlalu kecil. Padahal sebenanrnya ukuran organ intim seorang pria sama sekali tidak mempengaruhi tingkat kesuburan dan juga kepuasaan yang didapatkan oleh pasangan saat melakukan hubungan seksual.

Pada beberapa kasus pria yang merasa dan beranggapan bahwa ukuran organ intimnya lebih kecil dari yang seharusnya, biasanya mereka akan merasa cemas dan tidak percaya diri. Terlebih saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya maka para pria tersebut akan sulit berejakulasi dikarenakan terlalu banyak pikiran yang mempengaruhi kualitas hubungan intimnya.

Penile Dysmorphic Disorder. Sebenanrnya PDD ini merupakan salah satu sindrom yang membuat penderitanya merasa cemas dan tidak percaya diri dengan salah satu bagian tubuh tertentu. Kebanyakan dari mereka merasa bahwa bagian tubuhnya memiliki ukuran yang tidak normal yang padahal sebenarnya masih normal.

Meski kondisi Penile Dysmorphic Disorder ini tidak dikategorikan sebagai penyakit berbahaya. Tetapi tetap saja sindrom ini dapat mempengaruhi kualitas hubungan intim antara Anda dan pasangan. Selain itu kondisi sindrom ini juga bisa membuat Anda menjadi tidak percaya diri dan trauma saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan dikarenakan terlalu banyak pikiran yang menganggu.

Berdasarkan ilmu medis sindrom Penile Dysmorphic Disorder ini termasuk kedalam golongan Body Dismorfic Disorder. Sindrom tersebut merupakan sindrom yang membuat penderitanya merasa memiliki gangguan yang membuat ia merasa bahwa ada yang salah dengan salah satu bagian tubuhnya. Hanya saja Penile Dysmorphic Disorder ini merupakan sindrom yang membuat penderitanya merasa tidak percaya diri dengan ukuran organ intimnya.

Dari kasus orang – orang yang mengidap sindrom ini, akihirnya banyak orang yang beranggapan bahwa orang dengan ukuran organ intim kecil merupakan orang yang tidak normal. Padahal sejatinya memang setiap orang memiliki ukuran organ intim yang berbeda – beda dan banyak faktor yang bisa mempengaruhi ukuran dari organ intim seseorang, sehingga semua tidak bisa disama ratakan.

Baca Juga : Anda Sakit Kepala? Cari Tahu Penyebab dan Cara Penyembuhannya Disini
Maka dari itu agar Anda para pria terhindar dari sindrom Penile Dysmorphic Disorder ini maka Anda harus mengetahui apa saja gejalanya agar kedepannya Anda bisa menghindarinya.

Berikut beberapa gejala dari orang yang mengalami Penile Dysmorphic Disorder:

  • Kehidupan seksnya bersama pasangan menjadi kurang memuaskan karena pasangan sulit merasakan ereksi atau orgasme.
  • Biasanya pasangan pria cenderung menghindari dan merasa tidak bergairah saat melakukan hubungan seksual.
  • Biasanya pria memiliki kecenderungan selalu merasa bahwa ukuran organ intim miliknya tidak normal atau lebih kecil daru seharusnya.
  • Orang tersebut biasanya selalu merasa minder dan membandingkan ukuran organ intimya dengan ukuran organ intim milik orang lain baik itu lewat foto atau video di internet yang justru bisa berdampak lebih buruk.
  • Selalu merasa tertekan setiap kali hendak melakukan hubungan seksual karena merasa bahwa organ intimnya tidak normal.

Nah, itulah informasi seputar gejala Penile Dysmorphic Disorder dan cara menanganinya. Semoga bermanfaat, salam sehat dan salam bahagia..


Mari Bersama Hapuskan Stigma dan Diskriminasi Kusta

Mari Bersama Hapuskan Stigma dan Diskriminasi Kusta

Tanggal 12 April kemarin, saya mengikuti acara keren yang disiarkan oleh Ruang Publik KBR dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia tanggal 7 April 2022 dengan tema acara “Hapuskan Stigma dan Diskriminasi Kusta”.

Sebagai orang awam soal kusta, karena acara ini saya mendapatkan ilmu dan informasi baru seputar kusta yang ternyata penyakit kusta masih menjadi isu yang luput dari perhatian masyarakat. Masih banyak yang tidak menyadari bahwa, kusta masih ada di sekitar kita. 

Dan yang menambah rasa kaget saya adalah, saat ini Indonesia tetap menempati urutan ketiga sebagai penyumbang kasus kusta baru dengan 17.000 kasus per tahun. 

Nah, sama dengan tahun lalu. bertepatan dengan Hari Kesehatan Sedunia ini, #RuangPublikKBR kembali mengajak masyarakat untuk selalu mengingat dan waspada bagaimana mengatasi kusta dalam sebuah forum diskusi yang dikemas secara online.

Ada dua narasumber dalam acara ini yaitu: 

  • Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, Sp.KK, M.Kes, Dipl-STD HIV FINSDV - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)
  • R Wisnu Saputra, S.H., S.I.Kom - Jurnalis/Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Bandung

Dalam materinya, dr. Flora menyampaikan beberapa hal seputar kusta, yang ternyata kusta adalah penyakit menular yang paling tidak menular. Iya, benar. Meskipun menular, namun kusta paling tidak menular artinya penularan kusta terjadi melalui kontak erat dengan penderita kusta yang belum diobati dalam jangka waktu yang lama. Begini pemaparan yang disampaikan dr. Flora:

"Kusta bisa menular apabila kontak erat dengan penderita kusta yang belum diobati. Ya, kurang lebih jika kontak eratnya selama 5 tahun. Jika penderita kusta sudah berobat, ya tidak menular"

Selain itu, penyakit kusta juga pasti bisa disembuhkan. Jika respon imun masih baik, penderita kusta dapat sembuh dalam waktu 6-9 bulan. Jika respon imunnya sudah tidak baik, tetap bisa sembuh dalam waktu sekitar 2 tahun, dengan catatan pengobatannya teratur dan sampai tuntas. 

Penderita kusta jika sudah minum obat, sudah tidak menjadi sumber penularan. Bahkan obatnya bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas seluruh Indonesia. 

Oh iya, sama satu lagi yang penting juga diketahui adalah, sampai saat ini belum ditemukan penelitian mengenai penularan kusta ke janin pada ibu hamil.

Baca Juga : Kusta; Pengertian, Gejala dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Selain informasi lengkap soal kusta, ada juga Pak Wisnu pemateri kedua yang menyampaikan informasi bagaimana media dapat memberi edukasi tentang kusta kepada masyarakat luas.

Sampai saat ini masih banyak stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta yang terjadi di masyarakat. Hal ini bisa terjadi karena minimnya pemberitaan di media. Oleh karena itu, Pak Wisnu memaparkan agar kita menyampaikan informasi yang penekanannya kepada isu-isu kesehatan terutama fokus kepada penyandang disabilitas kusta.

Selain itu, masyarakat juga harus peduli dengan informasi yang beredar. Jangan sampai mendapatkan informasi yang salah tentang kusta, yang akhirnya mengakibatkan diskriminasi terhadap penderita kusta. 

"Masyarakat awam biasanya dapat informasi dari mulut ke mulut. Jadi harus cari info yang valid dulu sebelum di share", Bagini yang disampaikan Pak Wisnu.

Mengapa Kolaborasi Pentahelix Lintas Sektor Penting Dilakukan?

Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama dan sangat menyeluruh. Kesehatan tidak hanya meliputi kesehatan fisik, namun juga mental, sosial dan spiritual. 

Oleh karena itu diperlukan kolaborasi Pentahelix dari berbagai pihak lintas sektor. Seperti yang sudah dilakukan KBR untuk memberikan informasi yang benar tentang kusta kepada masyarakat melalui siarannya, yang menghadirkan dr. Flora dan Pak Wisnu sebagai pemateri. 


Pengalaman Saya saat Booster Vaksin Covid-19

Pengalaman Saya saat Booster Vaksin Covid-19

Setelah dosis kedua vaksin Covid-19 saya terima pada bulan Agustus lalu, di aplikasi Peduli Lindungi tertera bahwa saya berhak mendapatkan dosis booster pada tanggal 12 Januari 2022. Namun saya baru bisa melaksankan booster pada hari Sabtu tanggal 26 Maret kemarin.

Hal ini selain karena saya masih sibuk, saya juga lupa bahwa harus melakukan booster. Beberapa waktu lalu, di pesantren ada pemberian booster secara massal oleh Polres Probolinggo, namun waktu itu saya sedang ada acara yang tidak bisa ditinggalkan. Barulah dua hari lalu saya menerimanya.

Saya menerima booster di Puskesmas Jabung Sisir, yang kebetulan waktu itu saya sedang mengantar Faida (anak kedua saya) melaksanakan imunisasi DPT 1.

Waktu istri menyampaikan akan mengikuti imunisasi di Puskesmas, saya jadi ingat bahwa saya sudah saatnya menerima booster. Saya minta istri untuk menanyakan ke bidannya, apa bisa jika saya melaksanakan suntik booster di Puskesmas? Ternyata bisa, ya sudah, sekalian saja. Faida imunisasi, saya booster.

Sesampainya di Puskesmas, saya diminta menunjakkan kartu vaksin. Kemudian bidan menyampaikan bahwa saya akan mendapatkan vaksin jenis Pfizer. Menurutnya, hal ini sesuai aturan dimana pada vaksin pertama dan kedua, saya mendapatkan jenis AstraZeneca, maka untuk booster saya diberikan Pfizer dengan dosis 0,5.

Proses penyuntikannya sama seperti vaksin pertama dan kedua, cus, tidak sakit, hanya seperti digigit semut, haha.

Baca Juga : Pengalaman Saya Mengikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Selesai disuntik, saya diberikan dua tablet paracetamol. Aturannya, diminum setelah sampai rumah satu, nanti malam satu. Mengingat pada saat pemberian dosis pertama saya mengalami demam dan rasa nyeri hampir di seluruh badan, agar tidak terjadi lagi, maka sesampainya di rumah saya langsung meminum paracetamol yang diberikan bidan.

Semua berjalan seperti biasa. Saya tidak demam, namun bekas suntikannya di lengan sudah mulai terasa ngilu. Malamnya, saya lupa tidak meminum sisa obatnya sesuai aturan yang diberikan bidan. Saya baru ingat pagi harinya. Namun, saya tidak merasakan apa-apa. Semua berjalan seperti biasanya. Saya tidak demam dan badan tidak nyeri. Namun yang masih terjadi lagi adalah, bekas suntikan di lengan atas masih terasa ngilu seperti pada vaksin pertama dan kedua.

Setelah dua hari berjalan, alhamdulillah rasa ngilu pada lengan sudah mulai berkurang, tidak panas, badan tidak nyeri dan semua biasa saja. Namun, untuk sertifikat vaksin, saya cek di Peduli Lindungi ternyata belum muncul. Mungkin butuh waktu, akan saya cek secara berkala.

Alhmadulillah, akhirnya, saya sudah menerima dosis booster vaksin Covid-19. Anda bagaimana? Yuk, vaksin!

Jangan lupa jaga kesehatan, dan selalu bahagia..

Salam..


Pengalaman Saya Mengikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Pengalaman Saya Mengikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Tanggal 27 Mei kemarin saya mengikuti program vaksinasi yang diadakan oleh pesantren bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Dalam kegiatan ini ada beberapa proses yang saya ikuti hingga akhirnya saya telah melaksanakan vaksinasi tahap 1. 

Sebelum mengikuti vaksinasi, saya sempat khawatir dan ragu. Hal ini karena beberapa kali saya mendengar, bahwa setelah vaksinansi ada efek samping tidak wajar yang dialami. Apalagi saya memiliki alergi kepada suatu obat yang saya khawatirkan akan berbahaya. Namun setelah mencari tahu sana-sini, sampai konsultasi kepada seorang dokter, saya yakin dan mantab untuk divaksin.

Yang Saya Lakukan Sebelum Divaksin

Pagi hari sebelum divaksin, sesuai aturan yang dikeluarkan oleh Klinik Pesantren, saya sarapan dengan gizi dan jumlah yang cukup. Selain itu saya juga berolahraga ringan dengan berlari di sekitar rumah.

Ada beberapa syarat untuk mengikuti vaksin yang dikeluarkan Klinik Pesantren, yaitu:

  • Membawa KTP
  •  Tidak dalam keadaan hamil
  • Usia 18 tahun ke atas
  • Disarankan untuk sarapan terlebih dahulu 

Proses Vaksinasi

Sesampainya di pesantren, paginya saya masih beraktivitas seperti biasa. Tepat jam 10, saya bersama beberapa teman berangkat ke tempat vaksinasi yang telah ditentukan.

Setelah sampai di tempat, ternyata sudah banyak pengurus, dosen, guru dan karyawan yang juga mengikuti vaksin. Bahkan saya harus antri untuk mendapatkan giliran. 

Ada empat tahap proses vaksin yang telah saya ikuti: pendaftaran, cek kesehatan, suntik vaksin dan setor data untuk di-online-kan.

Saat pendaftaran, saya diminta untuk mengisi beberapa data, mulai dari NIK, nama, nomor handphone, pekerjaan dan nama lembaga. Setelah semua data diisi lengkap, saya pindah ke meja cek kesehatan.

Pada tahap ini saya di cek suhu tubuh dan tensi darah. Selain itu saya juga ditanya beberapa hal seputar kesehatan, mulai dari apakah pernah melakukan transfusi darah, apakah pernah sakit dan harus dirawat di rumah sakit dalam sebulan ini, apakah kuat berjalan 100 langkah dan pertanyaan lainnya.

Baca Juga : Tetap Sehat saat New Normal? Kenapa Tidak!

Pada tahap ini saya juga menyampaikan bahwa saya alergi suatu obat. Oleh petugasnya dijelaskan secara rinci bahwa vaksin dan obat yang diberikan setelahnya aman dari alergi yang saya derita. Akhirnya saya tambah yakin untuk divaksin.

Selanjutnya adalah saat yang mendebarkan, yaitu proses menyuntikkan vaksin. Petugasnya ramah, meminta saya untuk membuka lengan. Saya bukan tipe orang yang takut akan jarum suntik, jadi saat jarum mulai disuntikkan, tak ada yang berbeda, biasa saja, seperti kata orang tua, seperti digigit semut, hihi.

Setelah proses suntik vaksin, selanjutnya adalah proses meng-online-kan data. Proses ini cukup lama, karena banyak antrian. Mungkin data yang diinput banyak atau kualitas jaringannya kurang bagus atau masalah apa, saya kurang tahu, Yang pasti, proses ini saya harus menunggu cukup lama.

Nama saya dipanggil untuk menghadap ke seorang petugas, beliau memastikan identitas saya dan bertanya, "bagaimana pak? ada masalah setelah divanksin?" Saya jawab, tidak. Selanjutnya beliau memberikan kartu vaksin dan menjelaskan tanggal dan tempat vaksin tahap 2. Selain itu, beliau juga memberikan obat paracetamol dan resepnya.

Kartu, SMS dan Sertifikat Vaksin 

Setelah proses vaksin selesai, saya mendapatkan kartu plus sertifikat vaksin elektronik yang saya terima tautannya lewat SMS. Selain itu, saya juga mendapat tiket dan jadwal vaksinasi tahap kedua lewat SMS. 



Efek Samping Setelah Divaksin

Efek samping yang saya rasakan setelah vaksin adalah meriang pada malam harinya. Hal ini sebenarya mungkin tidak akan terjadi jika saya tidak lupa meminum paracetamol yang diberikan sesuai resep.

Jadi, siangnya setelah divaksin, saya tidak langsung meminum obatnya. Saya baru meminum obatnya setelah makan siang. Siang sampai sore, semua masih baik-baik saja. 

Malam harinya setelah makan malam, apesnya saya lupa untuk kembali meminum obat. Hingga akhirnya, jam 11 malam badan saya panas dan tubuh menggigil kedinginan. Saya terbangun dari tidur dan baru ingat jika saya belum meminum obat. 

Saya memakan roti sebagai pengganjal perut dan selanjutnya saya meminum obat. Saya kembali mencoba tidur dengan badan yang masih meriang. Alhamdulillah, saya tidur dengan nyenyak dan bangunnnya sudah tidak meriang lagi.

Esok harinya, setelah sarapan dan makan siang saya tidak lupa lagi untuk meminum sisa obatnya. Alhamdulillah, sudah tidak meriang lagi hingga sekarang.

Jadi, jika Anda nanti sudah divaksin, jangan lupa minum obatnya, ya! Jangan sampai lupa, agar tidak meriang.

Oh iya, satu lagi yang menurut saya cukup mengganggu, bekas suntikan di bahu juga cukup ngilu, baru benar-benar hilang setelah tiga hari dari proses vaksinasi.

Nah, itulah pengalaman saya mengikuti vaksinasi covid-19 tahap pertama. Dari yang awalnya ragu, hingga mantab untuk mengikuti proses dan merasakan efek sampingnya. Ditunggu pengalaman vaksinasi tahap keduanya, ya. Nanti pasti akan saya tulis disini juga.

Anda sudah divaksin? Bagaimana pengalamnnya? 
Salam bahagia.. 


 Kusta; Pengertian, Gejala dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Kusta; Pengertian, Gejala dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Kusta, atau biasa juga disebut lepra merupakan penyakit yang menyerang kulit, saraf ekstremitas, lapisan hidung dan saluran pernapasan atas. Namun, yang perlu ditegaskan dan selalu diingat dari penyakit ini adalah, kusta bukanlah penyakit turunan, bukan juga sebuah kutukan atau guna-guna.

Jika diobati dengan segera, tepat dan teratur, penyakit menahun ini dapat disembuhkan, bahkan tanpa bekas sedikitpun.

Meski Butuh Waktu yang Lama, Kusta Bisa Menular, Begini Prosesnya

Penularan penyakit kusta bisa melalui pernapasan, dari penderita yang tidak segera diobati serta melakukan kontak erat dengan orang lain dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Namun, Anda tidak perlalu khawatir berlebihan, karena tidak semua orang dapat tertular penyakit kusta. Yang dapat tertular kusta hanya sebagian kecil saja, yaitu orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah terhadap kusta.

Sebagai contoh penularan penyakit kusta, dari 100 orang yang terpapar, 95 orang kebal, 5 orang sakit, 3 orang sembuh sendiri dan 2 orang sakit. 

Gejala Awal Penyakit Kusta

Saat tertular penyakit kusta, seeorang bisa menunjukkan beberapa gejala awal yang berbeda dengan penyakit kulit lainnya, seperti terdapat bercak putih mirip seperti panu atau kemerahan pada kulit, mati rasa, tidak gatal dan tidak sakit.

Baca Juga : Cegah Demam Berdarah pada Orang Dewasa dengan Mengetahui Ciri dan Cara Pengobatannya

Penyakut kusta memiliki dua jenis, yaitu kusta kering (PB : Pausi Basiler) dan kusta basah (MB : Multi Basiler).

Jika Tidak Segera Diobati, Kusta Bisa Semakin Parah

Jika ditemukan gejala awal kusta dan tidak segera diobati, maka lambat laun kusta bisa berubah menjadi penyakit yang mengerikan bagi penderitanya. Hal ini ditandai dengan munculnya kecacatan pada beberapa anggota tubuh, diantaranya :

  • Mata : tidak bisa menutup dengan sempurna, bahkan bisa menyebabkan kebutaan
  • Tangan : mati rasa pada telapak tangan, jari-jari kiting, memendek, putus-putus; lunglai
  • Kaki : mati rasa pada telapak kaki, jari-jari kiting, memendek, putus-putus; semper

Beberapa kecacatan tubuh di atas bisa terjadi pada seseorang yang menderita sakit kusta dan tidak segera diobati. Jadi, jika Anda menemukan beberapa gejala awal sakit kusta, sebaiknya segera untuk memeriksakan ke dokter terdekat.

Cara Mencegah Penyakit Kusta

Di awal sudah dijelasakan bahwa, kusta bisa dicegah sejak dini dan dapat sembuh secara total. Berikut ini merupakan beberapa cara untuk pencegahan kusta:

  • Imunisasi BCG pada bayi mampu membantu mengurangi kemungkinan terkena kusta
  • Segera berobat ke klinik, puskesmas atau rumah sakit jika mengalami kelainan kulit, berupa bercak putih dan mati rasa
  • Cacat kusta dapat dicegah dengan minum obat dan memeriksakan diri ke klinik, puskesmas atau rumah sakit secara rutin dan teratur

Selain Masalah Kesehatan, Kusta juga Biasa Menimbulkan Masalah Sosial 

Seseorang yang menderita penyakit kusta, biasanya selain mendapat masalah kesehatan juga bisa mendapatkan masalah sosial. Ya, situasi ini justru membuat si penderita kusta merasa semakin terkucilkan. 

Pada umumnya, ada beberapa masalah sosial yang timbul dari penyakit kusta, diantaranya adalah:

  • Bercerai, setelah salah satu pasangan didagnosis kusta
  • Lebih tertarik memilih untuk menikah dengan sesama penderia kusta (terutama bagi penderita kusta telah yang mengalami disabilitas)
  • Dikucilkan dari lingkungannya
  • Diusir atau dikeluarkan dari sekolah
  • Tidak akan kembali lagi kepada keluarganya
  • Merasa tidak ada harapan dan bagi yang lemah imannya cenderung mencoba untuk bunuh diri
  • Lebih memilih tinggal di penampungan

Jangan Anggap Remeh, Kusta Masih Ada!

Sampai saat ini, penyakit kusta masih saja terus menghantui. Hal ini terbukti bahwa Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan pasien kusta terbanyak di dunia. Selain itu, juga masih banyak ditemukan stigma dan diskriminasi bagi pengidap kusta.

SUKA #SuaraUntukKusta

Beberapa waktu yang lalu telah diluncurkan program SUKA, #SuaraUntukKusta yang digawangi oleh NLR Indonesia dan juga KBR. Acara ini dikemas dalam acara media gathering dengan tema peran penting media untuk mengedukasi dan memberantas stigma seputar kusta dan disabilitas.

Hadir dalam acara ini Pak Asken Sinaga, Direktur NLR Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa, masih panjang bagi Indonesia untuk bebas dari kusta. Meski setiap tahun, tepatnya pada akhir bulan Januari selalu diperingati sebagai Hari Kusta, menurut beliau peringatan ini hanya bentuk serimoni saja. Setelah kegiatan selesai, semua lupa akan bahaya kusta.

Maka program SUKA hadir dari rasa prihatin, mengingat kusta masih saja ada, sementara tenaga ahli penyakit kusta semakin sedikit, baik dari tenaga medis maupun tenaga konsultan bagi pengidap kusta.

Yuk, sebarkan informasi baik tentang kusta. Jangan sampai penderita kusta semakin dikucilkan. Karena kusta pasti akan sembuh!

Salam bahagia..


Anda Sakit Kepala? Cari Tahu Penyebab dan Cara Penyembuhannya Disini

Anda Sakit Kepala? Cari Tahu Penyebab dan Cara Penyembuhannya Disini

Definisi Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan sebuah kondisi yang terjadi saat muncul rasa sakit dan tidak nyaman di area kepala, kulit kepala hingga leher. Masalah satu ini memang umum terjadi, dan bisa dialami oleh semua kalangan.

Sebagian besar, kasus sakit kepala tidak parah sehingga bisa diatasi sendiri dengan mengonsumsi obat pereda sakit, minum air putih yang banyak dan mencukupi waktu istirahat. 

Baca Juga : Tetap Sehat saat New Normal? Kenapa Tidak!

Akan tetapi, ada beberapa jenis sakit kepala yang membutuhkan penanganan medis. Pasalnya, sakit kepala tersebut merupakan indikasi bahwa ada masalah yang serius pada tubuh kita.

Nah, untuk mengetahui lebih jelas mengenai penyebab sakit kepala berdasarkan jenis penyakitnya, berikut saya ulas secara lengkap. Yuk, disimak. 

Penyebab Berdasarkan Jenis Sakit Kepala

1. Sakit Kepala Primer

Sakit kepala primer merupakan jenis sakit kepala yang tidak memiliki unsur yang menjadi penyebab. Dengan kata lain, Sakit kepala primer ini murni disebabkan karena adanya masalah dengan struktur di kepala yang terlalu sensitif terhadap rasa sakit. Kendati demikian, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya sakit kepala primer, seperti:

  • Gangguan di otot leher dan kepala
  • Pembuluh darah atau saraf
  • Aktivitas kimia di otak

Contoh Sakit Kepala Primer :

  • Migraine
  • Sakit kepala cluster
  • Sakit kepala tegang

2. Sakit Kepala Sekunder

Sakit kepala sekunder pada umumnya disebabkan oleh aktifnya saraf rasa sakit pada bagian kepala, akibat adanya sebuah penyakit tertentu. Menurut kabar yang beredar, penyebab umum pada sakit kepala sekunder ini antara lain:

  • Flu
  • Infeksi telinga
  • Sinusitis
  • Masalah gigi
  • Konsumsi MSG yang berlebihan
  • Perubahan hormon pada wanita setelah meminum pil KB
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin secara mendadak
  • Penggunaan penutup atau aksesoris kepala yang terlalu ketat

Penyebab yang jarang terjadi pada sakit kepala sekunder:

  • Geger otak
  • Neuralgia trigeminal
  • Keracunan karbon monoksida
  • Aneurisma otak
  • Meningitis
  • Serangan panik
  • Terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak
  • Radang otak
Baca Juga : Minuman Herbal Pereda Diare yang Mudah Dibuat di Rumah

3. Gejala Sakit Kepala yang Harus Diwaspadai

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa gejala umum saat menderita penyakit ini berupa rasa sakit di area kepala. Tapi, Anda harus mewaspadai jika muncul gejala-gejala lainnya seperti berikut ini:

  • Gangguan penglihatan
  • Leher terasa kaku
  • Hilangnya kesadaran
  • Kesulitan berbicara
  • Mengalami demam yang tinggi
  • Sulit berjalan
  • Salah satu sisi tubuh menjadi lemah atau lumpuh

Apabila Anda mengalami gejala-gejala yang seperti di atas, maka segera periksakan diri ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat. 

4. Langkah Penyembuhan Sakit Kepala

Biofeedback

Biofeedback adalah sebuah teknik relaksasi yang cukup efektif dalam mengurangi rasa sakit di kepala.

Akupunktur

Akupunktur merupakan terapi alternatif yang berguna untuk mengurangi stres dan ketegangan di saraf kepala, yang menggunakan jarum halus untuk di tancapkan ke area tubuh tertentu. 

Olahraga 

Terdapat beberapa jenis olahraga ringan yang dapat meredakan sakit kepala, seperti yoga, jalan santai, jogging, senam, dan lain sebagainya. 

Mandi Air Hangat

Mandi air hangat dipercaya dapat membuat otot yang tegang menjadi lebih rileks. 

5. Pencegahan Sakit Kepala

  • Mencukupi waktu istirahat
  • Jangan banyak begadang
  • Hindari hal-hal yang dapat memicu sakit kepala

Nah, itulah ulasan lengkap seputar sakit kepala mulai dari jenis, penyebab, penyembuhan hingga pencegahannya. Semoga kita terus sehat dan bahagaia.

Salam..


Kalkulator Kehamilan Online, Solusi Tepat Memantau Perkembangan Kehamilan

Kalkulator Kehamilan Online, Solusi Tepat Memantau Perkembangan Kehamilan

Sudah berapa lama usia kehamilan Anda? Mengetahui usia kehamilan merupakan hal yang sangat penting. Tujuannya adalah agar Anda dapat mempersiapkan beberapa persiapan ketika akan melahirkan. 

Mengetahui usia kehamilan, juga digunakan untuk memprediksi kapan Anda akan lahir. Hal ini juga berlaku untuk memantau dan mengetahui kesehatan janin dalam tubuh Anda. Maka untuk mengetahuinya, Anda membutuhkan alat. 

Untuk mendapatkan alatnya, Anda tidak perlu bingung karena kini sudah ada kalkulator kehamilan online pada situs kalender kehamilan yang bisa Anda akses kapan dan dimana saja. Selain mudah digunakan, situs ini juga gratis. Jadi, Anda akan sangat terbantu untuk memantau dan mengetahui kondisi janin dalam tubuh Anda.

Baca Juga : Usia Kehamilan Anda Lewat dari Tanggal Perkiraan? Cari Tahu Jawabannya Disini!

Lalu, bagaimana untuk menggunakan kalkulator kehamilan ini? Berikut informasi lengkap dan langkah-langkahnya. 

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengunjungi situs kalkulator kehamilan online di https://www.klikdokter.com/pages/kalender-kehamilan. Jika sudah, isilah beberapa kolom yang tersedia dengan benar.

1. Nama

Kolom pertama yang harus Anda isi untuk menghitung usia kehamilan adalah nama. Ingat, ini sangat penting untuk dijadikan sebagai arsip pada situs kalkulator kehamilan online. Selain itu, hal ini juga memudahkan untuk pendataan ketika Anda hamil lagi. Nama yang harus ditulis adalah nama Anda sendiri, tidak boleh nama orang lain. Tetapi jika yang sedang hamil adalah orang lain, Anda bisa membantunya menghitung usia kehamilan melalui kalkulator ini dan menulis namanya.

2. Usia

Isian kedua yang harus Anda isi pada kalkulator kehamilan adalah usia. Sekarang, usia Anda sudah berapa? Maka ketikkan usia Anda pada kolom kalkulator kehamilan online

3. Perkiraan Tanggal Melahirkan

Isian ketiga yang perlu Anda tulis pada kalkulator kehamilan online adalah perkiraan tanggal melahirkan. Tanggal ini biasanya akan diberikan oleh bidan dan dicatat pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak. 

4. Usia Kehamilan

Sama dengan tanggal perkiraan lahir, usia kehamilan biasanya juga dicatat pada buku yang diberikan bidan. Jika Anda tidak bisa memperkirakan tanggal melahirkan secara pasti, maka Anda bisa memilih untuk mengisi usia kehamilan anda saat itu juga. Caranya sangat mudah. Anda tidak perlu mengisinya secara manual tetapi melalui klik gambar sesuai usia kehamilan anda. Mulai dari usia 0 hingga 9 bulan lebih bisa Anda pilih. Dan Anda juga bisa memilih minggu ke berapa kehamilan Anda pada bulan tersebut. Jika tahap ini sudah Anda lakukan maka selanjutnya klik cek sekarang.

Baca Juga : Beberapa Mitos Saat Kehamilan

Nah, ketika Anda sudah mengklik cek sekarang, maka secara otomatis akan muncul hasilnya. Ada beberapa informasi yang akan anda dapatkan ketika masuk ke halaman ini. Adapun informasi yang akan Anda dapatkan adalah di antaranya sebagai berikut:

1. Kondisi Janin

Informasi pertama yang akan Anda dapatkan ketika menyelesaikan isian cek kalkulator kehamilan adalah gambaran atau informasi mengenai kondisi janin Anda saat itu juga. Informasi ini sangat penting sekaligus berguna untuk penanganan kesehatan janin Anda.

2. Ukuran Janin

Informasi selanjutnya yang akan Anda dapatkan adalah mengenai ukuran janin.

3. Info Penting

Lalu ada info-info penting yang perlu anda perhatikan ketika mengetahui usia kehamilan, seperti usia kehamilan Anda adalah usia dimana sedang terjadinya proses pembentukan tulang dan lain sebagainya.

4. Tips untuk Ayah

Hasilnya juga akan memberikan beberapa tips untuk sang calon ayah. Apa saja yang harus dilakukan oleh ayah akan dijelaskan melalui tips untuk ayah di kalkulator kehamilan.

5. Nutrisi yang Diperlukan Ibu Hamil

Kalkulator kehamilan juga akan memberikan informasi terkait nutrisi apa saja yang diperlukan untuk ibu hamil di usia kehamilannya tersebut. Dengan begitu, anda bisa mengatur pola makan yang tepat dan sesuai.

Nah, itulah informasi detail seputar kalkulator kehamilan online sekaligus beberapa informasi terkait hasil dari kalkulator kehamilan tersebut. Semoga Anda dan janin yang ada dalam kandungan terus sehat hingga nanti proses lahiran, amin.

Semoga bermanfaat dan salam bahagia..


 Minuman Herbal Pereda Diare yang Mudah Dibuat di Rumah

Minuman Herbal Pereda Diare yang Mudah Dibuat di Rumah

Ketika sedang diare, bolak-balik ke toilet menjadi hal yang sangat mengganggu, apalagi jika sedang ada aktivitas. Seseorang yang terkena diare bahkan bisa memutuskan untuk izin tidak masuk sekolah atau bahkan ke kantor. Sebab, tidak hanya frekuensi buang air besarnya saja yang sering, rasa sakit dan tidak nyaman di perut pun membuat seseorang sulit berkonsentrasi. 


Biasanya, diare dialami oleh seseorang selama beberapa hari. Namun pada beberapa kasus bisa lebih lama bahkan hingga berminggu-minggu. Biasanya, diare disebabkan oleh adanya infeksi virus, bakteri atau parasit.

Penderita diare harus memastikan cairan tubuhnya tetap terjaga dengan minum air putih minimal 2 liter per hari. Selain itu, perlu juga tambahan air putih selepas buang air besar minimal satu gelas. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari dehidrasi pada tubuh.

Pada dasarnya, obat diare ada di sekitar kita. Namun sejak zaman dahulu, diare dapat diatasi dengan mengkonsumsi ramuan herbal yang dibuat sendiri. 

Nah, Bagaimana cara mengatasi diare di rumah dengan minuman herbal yang bisa dibuat sendiri dengan mudah? Simak minuman-minuman herbal pereda diare berikut ini.

Larutan Oralit

Mungkin Anda pernah mendengar produk oralit yang dijual di pasaran. Namun, Anda bisa kok membuat larutan oralit sendiri di rumah. Oralit sebenarnya adalah larutan yang terbuat dari campuran garam dan gula. 
Untuk membuatnya, Anda hanya memerlukan tiga bahan, yaitu 1 liter air putih, 6 sendok teh gula pasir serta ½ sendok teh garam. Campurkan ketiga bahan tersebut dan dapat Anda minum secara berkala. Oralit akan memberikan Anda tenaga serta menghindari tubuh dehidrasi.

Jahe

Jahe merupakan rempah-rempah dengan berjuta manfaat bagi tubuh. Selain menghangatkan tubuh, jahe juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, analgesik serta antibakteri. 

Cara membuatnya cukup mudah, siapkan empat ruas jahe lalu bakar hingga wangi. Kemudian, panaskan 250 ml air, masukan jahe dan angkat hingga mendidih. Minum selagi hangat.

Teh Kental

Teh merupakan minuman tradisional yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Faktanya, kandungan tanin yang ada pada teh bermanfaat dalam mengatasi diare. 


Menyeduh teh kental merupakan langkah yang tepat ketika Anda mulai terasa diare. Caranya hanya dengan menyeduh dua sendok makan teh tubruk dengan 250 ml air mendidih. 

Air Kelapa

Pohon Kelapa merupakan tanaman yang memiliki segudang manfaat di semua bagian pohonnya. Bahkan, air kelapanya pun memiliki manfaat bagi tubuh, termasuk mengatasi diare. Air kelapa dapat membantu mengurangi terjadinya dehidrasi pada tubuh yang telah banyak kehilangan cairan. Namun, air kelapa yang dikonsumsi jangan ditambah campuran apapun, ya!

Pisang

Pisang memiliki kandungan pektin yang tinggi. Pektin dapat membantu menyerap cairan di usus serta merangsang gerak isi perut. Jika Anda mengalami keluhan berupa perut tidak nyaman ketika diare, cobalah makan pisang jenis apapun. Selain pektin, kandungan kaliumnya yang tinggi juga dapat mengembalikan kadar elektrolit pada tubuh. 


Jus buah

Mungkin sebagian orang mengira bahwa makanan tinggi serat akan semakin memperparah diare. Faktanya, serat tetap diperlukan ketika Anda  sedang diare. Salah satu sumber serat bisa Anda dapatkan pada buah-buahan. Tentu saja jus buah yang memenuhi syarat adalah jus buah tanpa gula atau pemanis lainnya.
Nah, itulah beberapa minuman dan makanan yang dapat kita konsumsi saat sedang diare guna menghindari dehidrasi dan segera sembuh. Selain minuman dan makanan herbal, jika diperlukan, Anda juga bisa mengkonsumsi obat diare seperti Entrostop dan lainnya. Namun, pastikan Anda sudah membaca dosis obat tersebut agar pengobatan mendapatkan hasil yang maksimal, ya!

Jadi, minuman herbal mana yang Anda pilih untuk mengatasi diare? Yuk cek isi dapur lalu bergegas membuatnya!

Semoga lekas sehat dan salam bahagia..

5 Menu Sarapan yang Bisa Bantu Turunkan Risiko GERD

5 Menu Sarapan yang Bisa Bantu Turunkan Risiko GERD

Gastroesophageal Reflux Disease atau yang biasa disebut GERD merupakan kondisi naiknya asam lambung menuju kerongkongan. Seseorang dapat dikatakan memiliki penyakit GERD ketika kejadian asam lambung naik minimal sekali dalam seminggu.


Biasanya, hal ini disebabkan karena pola hidup yang tidak baik serta kebiasaan dalam mengkonsumsi makanan tidak sehat. 

Mengapa asam lambung bisa naik? Hal ini karena terganggunya otot kerongkongan (sfingter esofagus) disebabkan makanan atau kebiasaan tertentu. Sfingter esofagus memiliki katup yang apabila terbuka atau rusak dapat mengakibatkan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Peristiwa inilah yang disebut GERD.
 
Banyak cara mengontrol GERD, salah satunya adalah dengan memperhatikan makanan yang hendak dikonsumsi. 

Nah, pada tulisan ini akan dibahas mengenai menu sarapan yang bisa bantu turunkan risiko GERD. Yuk simak selengkapnya!

Oatmeal

Jika Anda termasuk penderita GERD, cobalah sarapan menggunakan oatmeal. Tingginya kandungan serat pada oatmeal cocok dikonsumsi oleh penderita GERD ketika sarapan.


Oatmeal juga memiliki jumlah kalori yang lebih sedikit dibanding nasi putih, sehingga cocok bagi Anda yang ingin diet tanpa merana.

Selain itu, kandungan karbohidrat kompleks yang ada pada oatmeal juga bisa membuat Anda kenyang lebih lama. Selain sehat dan memiliki banyak manfaat, oatmeal juga memiliki rasa yang enak, lho!

Susu Almond

Apakah Anda masih sarapan menggunakan susu sapi? Jika iya, segeralah menggantinya dengan susu almond. Sebab, susu sapi memiliki kandungan lemak tinggi yang akan memicu terjadinya GERD. Sedangkan susu almond bersifat alkali (basa) sehingga bisa menetralkan asam lambung.

Tidak adanya kandungan laktosa pada susu almond membuatnya cocok untuk dikonsumsi seseorang yang mengalami intoleransi laktosa. Selain itu, rasa susu almond yang enak ini juga pasti membuat Anda ketagihan. Selamat mencoba!

Bayam

Si sayuran hijau kesukaan Popaye ini ternyata sangat baik untuk menemani menu sarapan Anda. Kandungan alkali pada bayam cukup tinggi sehingga bisa menetralkan asam lambung dan mencegah terjadinya GERD ketika Anda sedang sarapan. Selain itu, kandungan nutrisi di dalamnya juga sangat diperlukan oleh tubuh.


Kentang Rebus

Kentang merupakan salah satu makanan golongan karbohidrat yang mengenyangkan. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, pastikan tidak menyajikannya dengan cara digoreng, ya. Kandungan lemak pada kentang goreng justru akan memicu terjadinya GERD. Untuk menambah rasa, Anda juga boleh menjadikannya mashed potato, namun pastikan menggunakan susu low fat, ya!

Dada Ayam

Tidak semua bagian ayam memiliki kandungan nutrisi yang sama. Bagian dada ayam cocok untuk penderita GERD karena memiliki kandungan lemak yang sedikit dibanding paha ayam. Sajikanlah dengan cara dipanggang, selain aman untuk GERD juga pasti akan menambah selera makan Anda.

Jika diperhatikan kembali, kelima makanan di atas merupakan makanan enak, sehat dan aman untuk dikonsumsi penderita GERD. Jadi, salah besar jika ada yang mengatakan bahwa penyakit GERD akan membuat penderitanya tidak bisa mengkonsumsi makanan yang enak. 

Sayangnya, tidak semua makanan enak dan sehat boleh dikonsumsi penderita GERD. Ada juga kondisi dimana seseorang jauh dari sumber makanan yang aman untuk GERD. Misalnya seseorang yang sedang pelatihan, seminar, atau sedang di acara pesta. Oleh sebab itu, selalu membawa persediaan obat merupakan antisipasi yang tepat. Promag merupakan penetral asam lambung yang tepat buat Anda. Selain harganya terjangkau, obat antasida yang satu ini juga mudah Anda dapatkan di toko terdekat.

Nah, itulah 5 menu sarapan yang bisa bantu turunkan risiko GERD. Semoga kita terus dan selalu sehat, ya. Amin..

Semoga bermanfaat dan salam bahagia..

Tetap Sehat saat New Normal? Kenapa Tidak!

Tetap Sehat saat New Normal? Kenapa Tidak!

Setelah hampir tiga bulan kita melakukan anjuran pemerintah untuk #DiRumahAja, kini mau tidak mau kita harus menjalani kondisi baru atau new normal. Meski kita hidup di tengah pandemi COVID-19, semua hal yang berkaitan dengan kegiatan di luar rumah harus kembali dilakukan. Terutama dalam hal pekerjaan, beberapa kantor sudah melakukan aktivitas work from office, meskipun masih dengan bermacam aturan.

Hidup normal di tengah pandemi, bukan perkara mudah. Kita masih sering merasa khawatir karena wabah COVID-19 sejauh ini masih belum mereda.
 

Tapi mau bagaimana lagi, kita harus menjalani kehidupan tatanan baru ini. Akhirnya, kita semua wajib menjaga kesehatan tubuh serta tetap menjaga jarak sampai COVID-19 benar-benar menghilang dan kondisi kembali seperti semula.

Lalu, bagaimana caranya kita hidup sehat di era new normal? Berikup tips-nya. Simak sampai habis, ya!

Pakai Masker saat Keluar Rumah

Maskermu melindungiku, maskerku melindungimu. Kalimat ini sering kita jumpai hampir di berbagai tempat saat ini. Ya, benar. Dengan menggunakan masker, kita saling menjaga kesehatan bersama dan cara ini masih dianggap efektif untuk mengurangi penyebaran Covid 19.

Bawa Hand Sanitizer Setiap Berpergian

Hidup dalam kondisi new normal, kita terpaksa harus beraktivitas seperti biasanya, beraktivitas di luar rumah yang berarti kita akan kembali bersentuhan dengan barang-barang fasilitas publik yang ada di sekitar kita.
Untuk menghindari penularan Covid 19, saat kemanapun, pastikan bahwa kita selalu membawa hand sanitizer yang memiliki kandungan 70 persen alkohol. Pastikan juga, bahwa kita selalu menggunakannya setelah beraktivitas atau setelah memegang benda yang berada di fasilitas publik.
 

Hindari Berkumpul di Keramaian

Saat pertama kali pemerintah menerapkan aturan new normal, anjuran yang selalu ditekankan adalah kita harus bisa menjaga jarak, menerapkan physical distancing dan hindari kerumunan di tempat ramai.

Maka dari itu, sebaiknya kita harus selalu berusaha untuk tidak berkerumun kecuali memang harus terpaksa dan sangat mendesak. Jika terpaksa harus berkerumun, jangan lupa untuk tetap selalu menggunakan masker. Hal ini harus dilakukan karena kita tidak pernah benar-benar tahu kondisi kesehatan orang yang kita temui.

Bawa Peralatan Pribadi

Jika Anda terpaksa bekerja di kantor dengan waktu yang cukup lama setiap harinya, sebaiknya Anda membawa kebutuhan pribadi dari rumah. Usahakan untuk tidak menggunakan fasilitas publik yang biasa digunakan banyak orang.


Bawalah alat makan, tempat minum, dan peralatan lainnya yang dibutuhkan dari rumah. Cara ini harus selalu diperhatikan untuk mengurangi risiko terpapar virus.

Hindari Uang Tunai, Gunakan Cashless untuk Berbelanja

Beralih menggunakan cashless saat berbelanja termasuk cara terbaik untuk mengurangi penyebaran Covid 19. Sebisa mungkin kita diharapkan untuk menghindari menggunakan uang tunai saat pandemi, karena uang tersebut mungkin sudah dipegang oleh banyak orang.

Kalaupun terpaksa harus menggunakan uang tunai, ingatlah untuk membersihkan tangan Anda dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer setelah menyentuh uang tersebut.

Jalani Pola Hidup Sehat

Hal lain yang tak kalah penting adalah kita semua harus menjalani pola hidup sehat. Mulailah dari hal yang paling sederhana, seperti menjaga pola tidur, konsumsi makanan bergizi, rajin olahraga, hingga hindari stres.


Dan satu lagi, hindari untuk melakukan aktivitas yang membuat tubuh terlalu lelah, karena dengan begitu, tubuh menjadi lebih mudah terpapar penyakit. Bila diperlukan, kita juga bisa menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi suplemen atau vitamin tertentu.

Lakukan Konsultasi Kesehatan Online

Di tengah pandemi ini dan telah diberlakukannya masa new normal, tentunya kita tetap harus selalu waspada, terutama dalam hal kesehatan kita masing-masing. Kegiatan yang masih bisa dilakukan di rumah, sebaiknya kita tetap melanjutkan kegiatan tersebut.
 
Namun bagaimana jika kita merasa kondisi kesehatan kurang fit dan merasa perlu untuk berkonultasi dengan dokter?
Jika Anda menemukan fakta tersebut, terpaksa harus berkonsultasi dengan dokter karena kondisi kurang fit, Anda dapat memanfaatkan aplikasi dokter online yang sekarang bisa dengan mudah didapatkan, Halodoc salah satunya.

Halodoc menjadi aplikasi konsultasi dokter online favorit banyak orang. Fitur yang mudah digunakan, tampilan yang menarik dan beragam fasilitas disediakan adalah alasannya. Selain fiturnya cukup lengkap, Halodoc juga cukup update dalam seputar informasi kesehatan.

Jika terpaksa harus bertemu dokter, kita bisa menggunakan aplikasi Halodoc, dengan membuat janji untuk bertemu. Kita dapat mengatur kapan waktu bertemu, bersama dokter siapa dan dari rumah sakit apa.

Oh iya, dokter yang tergabung dalam Halodoc merupakan para dokter ternama dari banyak rumah sakit, termasuk juga RS Columbia Asia Medan. Rumah sakit yang berada di Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara ini merupakan bagian dari Columbia Asia Group dan telah mendapatkan akreditasi Paripurna pada tahun 2016.

Jadi, dijamin deh kita akan mendapatkan pelayanan dan fasilitas terbaik dari rumah sakit ini.

Nah, itulah beberapa tips dan cara untuk hidup sehat di era new normal. Jangan lupa untuk selalu memakai masker dan sering cuci tangan ya. Sehat selalu, dan tetap semangat.

Salam bagahia..

Cegah Demam Berdarah pada Orang Dewasa dengan Mengetahui Ciri dan Cara Pengobatannya

Cegah Demam Berdarah pada Orang Dewasa dengan Mengetahui Ciri dan Cara Pengobatannya

Mengetahui ciri serta cara pengobatan demam berdarah pada orang dewasa merupakan hal yang penting dilakukan. Hal ini karena demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang hingga saat ini perkembangannya terus menghantui masyarakat Indonesia.

Pencegahan terbaik dalam rangka mencegah DBD adalah dengan cara menghindari gigitan nyamuk. Selain mencegah, mengenali gejala serta pengobatannya juga penting untuk upaya pencegahan penyakit demam berdarah tersebut.

Demam berdarah mampu menyerang dan menjangkiti siapapun, dari anak hingga dewasa. Ada beberapa ciri dan gejala yang akan dialami oleh penderita saat diserang DBD. Namun biasanya, ada dua kategori ciri demam berdarah pada orang dewasa, yaitu ringan hingga berat.

Dengan mengetahui gejala, ciri serta cara pengobatan DBD pada orang dewasa diharapkan kita bisa untuk sesegera mungkin melakukan pengobatan. Hal ini juga membantu penderita untuk menurunkan risiko komplikasi di masa mendatang yang lebih parah.

Gejala DBD

Gejala DBD pada orang dewasa biasanya mulai timbul dari hari ke empat hingga hari ketujuh setelah penderita terkena gigitan nyamuk.
Baca Juga : Tetap Sehat saat Musim Hujan? Ini Cara dan Tipsnya!
Terdapat empat macam virus dengue (DENV) yang diindikasikan sebagai penyebab demam berdarah. Virus masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk tersebut. Jenis nyamuk yang menggigit serta menyebar virus DBD biasanya merupakan nyamuk yang terbang di pagi hari sampai sore menjelang petang. Jenis nyamuk ini bernama aedes aegypti.


Ciri-ciri nyamuk aedes aegypti adalah memiliki tubuh berukuran lebih kecil, badan atau tubuhnya berwarna hitam pekat serta terdapat dua garis vertikal putih di punggung dan garis-garis putih horizontal pada kakinya. Nyamuk ini biasanya hadir dan hidup di tempat gelap, lebih suka di dalam rumah dan tidak suka dengan lingkungan yang panas.

Ciri Demam Berdarah pada Orang Dewasa

Di atas suda dijelaskan, bahwa ciri demam berdarah pada orang dewasa ada dua kategori, ringan dan berat. Nah, berikut ini adalah penjelasan dari keduanya.

1. Ciri Demam Berdarah Ringan

Ciri ini muncul hingga 7 hari setelah digigit nyamuk yang membawa virus, namun dapat hilang dalam seminggu setelahnya. Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Sakit pada otot dan sendi
  • Ruam tubuh yang bisa hilang kemudian muncul kembali
  • Umumnya demam tinggi
  • Sakit kepala hebat

2. Ciri Demam Berdarah Hemorrhagic Fever

Ciri ini yang terjadi dan tergolong dalam kategori ringan, namun secara bertahap akan memburuk dalam seiap harinya. Tahap ini dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever.


Ciri dengue hemorrhagic fever hampir sama dengan gejala demam berdarah ringan, tidak jarang gejala pendarahan internal. Apabila tidak dilakukan perawatan segera, gejala dengue hemorrhagic fever dapat memiliki akibat yang fatal.

Gejala dengue hemorrhagic fever umumnya terdiri:

  • Pendarahan pada mulut, gusi, atau hidung
  • Kulit menjadi lebih lembab
  • Adanya kerusakan getah bening dan pembuluh darah
  • Muncul pendarahan internal, hingga muntah dan feses hitam atau berdarah
  • Jumlah trombosit lebih rendah
  • Rasa perut sensitif
  • Muncul banyak bintik merah di kulit
  • Denyut nadi lemah

3. Ciri Demam Berdarah Syok Dengue

Apabila tidak segera diobati, ciri demam berdarah dengue hemorrhagic fever di atas dapat berkembang menjadi perdarahan hebat, syok, hingga yang terparah yaitu kematian.

Sindrom syok dengue menjadi bentuk dari adanya penyakit demam berdarah yang parah dan bisa menyebabkan kematian.

Gejala sindrom syok dengue terdiri atas beberapa ciri:

  • Sakit perut yang hebat
  • Adanya gejala hipotensi mendadak, atau penurunan tekanan darah secara cepat
  • Pendarahan berat
  • Muntah secara teratur
  • Pembuluh darah bocor

Pengobatan Demam Berdarah

Bagi penderita yang yang memiliki gejala demam berdarah trgolong parah, biasanya akan dilakukan beberapa perawatan dan pengobatan, yaitu:

  1. Pemberian suplementasi cairan intravena (IV). Jika pasien tidak mampu meminum melalui organ mulut maka akan diberikan suplemen ini dalam bentuk tetesan.
  2. Dilakukan transfusi darah apabila pasien dengan dehidrasi parah yang mengancam.

Nah, itulah informasi tentang gejala, ciri dan pengobatan penyakit demam berdarah pada orang dewasa. Semoga bermanfaat. Yang sakit semoga segera sembuh, yang sehat semoga dijauhkan dari segala penyakit, amin..
Salam bahagia..

Beberapa Mitos Mengenai Imunisasi Lengkap pada Anak

Beberapa Mitos Mengenai Imunisasi Lengkap pada Anak

Seiring terus berkembangnya teknologi, saat ini hampir semua aspek kegiatan bisa dilakukan dengan teknologi, salah satunya soal konsultasi kesehatan. Ya, kini telah hadir Aplikasi Halodoc, aplikasi online yang bisa kita pilih untuk melakukan konsultasi kesehaan. Termasuk juga untuk tanya pada dokter anak, mengenai beberapa informasi kesehatan anak.


Seperti misalnya masalah pemberian imunisasi lengkap pada anak. Orang tua dapat berkonsultasi secara online seputar masalah ini menggunakan aplikasi Halodoc. Karena ada banyak jenis vaksin yang harus diberikan pada anak sebagai langkah untuk mencegah resiko terkena beberapa penyakit tertentu. Sehingga dalam waktu tertentu orang tua bisa memberikan anak imunisasi yang diperlukan dengan membawanya ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya.

Namun seiring berjalannya waktu, ada banyak sekali mitos yang tidak benar mengenai masalah imunisasi ini tersebar di masyarakat. Dimana banyak anggapan yang melenceng dari dunia kesehatan sehingga membuat banyak orangtua ragu untuk memberikan imunisasi pada anaknya.

Berbagai mitos yang beredar juga tidak diketahui asalnya dan membuat banyak orangtua khawatir mengenai dampak mitos tersebut.

Padahal jika tidak memberikan imunisasi pada anak, akan ada dampak yang lebih berbahaya, yaitu bayi atau anak akan rentan terkena virus atau penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan pemberian vaksin yang tepat saat imunisasi.
Baca Juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah BAB
Nah, sebagai orang tua yang bijak, sebaiknya kita dapat mengecek semua kebenaran mitos tersebut dengan baik. Caranya, orang tua dapat bertanya kepada dokter anak baik yang ada di aplikasi Halodoc atau rumah sakit pada umumnya.

Beberapa mitos mengenai imunisasi yang tersebar di masyarakat dan harus orang tua ketahui diantaranya adalah sebagai berikut.

Imunisasi menyebabkan autisme

Mitos pertama mengenai imunisasi adalah imunisasi dapat menyebabkan autisme. Dimana hal tersebut karena salah satu jenis vaksin yaitu MMR atau Mumps, Measles, dan Rubella merupakan vaksin yang mempunyai mitos dapat untuk menyebabkan autisme pada anak.

Mitos ini jelas tidak berdasar karena sampai sekarang tidak ada bukti yang dapat diarahkan sebagai akibat mengenai mengapa ada mitos tersebut. Bahkan menurut studi juga menunjukan bahwa vaksin jenis ini tidak mempengaruhi sama sekali mengenai resiko anak yang dapat terkena autisme.

Imunisasi dapat menyebabkan kematian

Mitos selanjutnya yang juga ada pada imunisasi adalah pada imunisasi DPT. Dimana untuk mitos ini menyebutkan bahwa jenis vaksin DPT akan dapat menyebabkan kematian pada bayi.

Padahal jenis vaksin ini sangat diperlukan untuk kesehatan bayi karena bisa mencegah beberapa resiko penyakit berbahaya seperti tetanus, difteri dan juga batuk rejan.

Adapun untuk mitos tersebut disebabkan oleh imunisasi DPT yang dapat menyebabkan SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Akan tetapi menurut penelitian bahwa pemberian imunisasi DPT ini justru menurunkan resiko sindrom kematian mendadak pada bayi.

Imunisasi mengandung pengawet thimerosal

Mitos selanjutnya adalah bahwa imunisasi mempunyai kandungan pengawet thimerosal. Kandungan tersebut mempunyai resiko yang lebih karena mempunyai bahan merkuri sehingga akan berbahaya untuk kesehatan anak-anak.

Mitos ini menjadi isu yang tidak benar karena pengawet di dalam vaksin merupakan jenis pengawet yang aman dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan.

Imunisasi tidak baik untuk imun anak

Mitos terakhir merupakan mitos yang banyak sekali orang tua tanya pada dokter anak, yaitu mengenai imunisasi yang justru dapat membuat sistem imun menjadi turun.

Bayi dan anak memang akan mendapatkan berbagai macam jenis imunisasi, setelah proses imunisasi tersebut, biasanya akan ada beberapa respon kesehatan yang akan dialami anak. Namun faktanya, bayi dapat untuk menerima hingga 100 ribu imunisasi sekaligus.
Baca Juga : Beberapa Mitos Saat Kehamilan
Nah, itulah Beberapa Mitos Mengenai Imunisasi Lengkap pada Anak yang perlu orang tua ketahui. Selain beberapa mitos di atas, orang tua juga bisa melakukan konsultasi kepada dokter melalui aplikasi Halodoc atau bisa juga berkonsultasi langsung kepada dokter spesialis anak.

Semoga kita dan semua anak-anak kita selalu sehat, ya. Amin..
Salam bahagia..

Membuat Kotak P3K Sendiri Di Rumah

Membuat Kotak P3K Sendiri Di Rumah

Ketersediaan obat dan bahan kesehatan di rumah merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap keluarga. Obat dan bahan ini biasanya akan dibutuhkan untuk pertolongan pertama saat terjadi hal yang tidak diinginkan seperti luka, sakit ringan dan hal lainnya.


Namun biasanya, karena digunakan oleh beberapa orang dalam keluarga dan tidak disimpan pada tempat khusus, akan membuat sedikit 'keributan' saat sedang dibutuhkan.
Baca Juga : Pertolongan Pertama Saat Si Kecil Demam
Contohnya saja saat saya kebingungan mencari obat oles yang sering berpindah-pindah tempatnya. Maklum, orang desa masih suka dengan obat oles, yang biasa digunakan untuk luka, pijat dan semacamnya.

Untuk menghindari hal tersebut terjadi, dalam keluarga, biasanya akan disediakan sebuah kotak khusus bernama Kotak P3K. Termasuk juga dalam keluarga saya, Keluarga Nurma.

Nah, beberapa waktu lalu, saat saya sedang ada waktu senggang, ditambah dengan tersedianya bahan dan alat, saya mencoba untuk membuat kotak P3K sendiri di rumah. Lumayan, bisa hemat sekian puluh ribu. Dan yang lebih asyik, bisa mengisi waktu luang saat sedang tidak ada aktivitas.

Membuat kotak P3K ini sebearnya mudah, asal ada alat, bahan, kemauan dan keuletan plus niat. Potong sana-potong sini, paku sana-paku sini, jadi!

Iya, semudah itu proses membuat kotak P3K sendiri di rumah seperti yang beberapa waktu lalu saya lakukan.

Bahan yang saya gunakan adalah bahan-bahan bekas, kecuali engsel, gagang pintu dan kaca. Saya membeli bahan-bahan ini tidak sampai 15 ribu.

Kebutuhan bahan lainnya, mulai dari kayu reng, triplek, paku dan cat saya menggunakan bahan bekas sisa dari pembangunan rumah.

Untuk alatnya, palu, gergaji, alat ukur dan beberapa lainnya saya memang sudah punya.


Proses ini adalah proses awal, pemotongan dan penyatuan antar kayu untuk rangka yang sudah saya potong. Prosesnya mudah, hanya butuh palu, paku, gergaji, alat ukur dan niat, hehehe.

Setelah rangkanya jadi, selanjutnya proses pemasangan dindingnya. Saya menggunakan triplek bekas cor.


Setelah selesai, selanjutnya melakukan pengecatan. Untuk cat, tinner dan kuas saya menggunakan sisa cat kayu lisplang yang digunakan untuk rumah. Proses pengecatan ini yang agak lama, karena harus dilakukan pelan-pelan untuk mendapatkan hasil yang halus. Selain itu juga harus dikeringkan hampir seharian.


Setelah di cat, tinggal pasang engsel, gagang pintu, kaca dan sticker khas keluarga Nurma. Akhirnya, jadi deh! Kotak P3K Keluarga Nurma.


Nah, bagaiman? Anda tertarik untuk membuatnya juga?

Yuk, jadi ayah kreatif! :)

Salam bahagia dari Keluarga Nurma..

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik