Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Hand Made. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hand Made. Tampilkan semua postingan
Kaligrafi Hiasan Dinding Minimalis Murah Meriah

Kaligrafi Hiasan Dinding Minimalis Murah Meriah

Judul di atas sepertinya clickbait banget ya? Apalagi saat bulan puasa menjelang hari raya idul fitri ini. Pasti sedang banyak yang mencari sesuatu dengan kata kunci di atas, hehe. Orang-orang pada banyak yang menghias rumahnya, dan tidak sedikit yang mencari dan membeli kebutuhannya secara online karena sekarang sedang berlaku anjuran #DiRumahAja.


Nah, bagi Anda yang kebetulan membaca tulisan ini, maka sebaiknya Anda mencoba untuk membuat kaligrafi hiasan dinding minimalis ini sendiri. Tidak harus membelinya, karena harganya jauh lebih murah, murah meriah!

Jadi, hiasan dinding ini saya buat sendiri. Pengerjaannya saya lakukan beberapa waktu lalu saat menigisi waktu luang setelah work from home dan sedang #DiRumahAja. Hiasan dinding ini saya sebut sebagai #handmade yang sebelumnya saya juga telah membuatnya, kotak P3K dan kotak meteran listrik.


Kaligrafi hiasan dinding ini membutuhkan biaya dan waktu pengerjaan sangat minim, sesuai dengan sebutannya, Kaligrafi Hiasan Dinding Minimalis, hehe. Hal ini karena beberapa bahan dan alatnya sama dengan handmade saya sebelumnya, menggunakan bahan bekas sisa membangun rumah.

Beberapa bahan yang saya gunakan antara lain adalah sebagai berikut:

  • Triplek sebagai alas hiasan dinding, bahannya saya menggunakan triplek sisa alat cor rumah.
  • Paku, sama dengan triplek, menggunakan sisa dari proses pembangunan rumah.
  • Banner, Rp. 21.000,-
  • Frame kayu, Rp. 15.000,-
  • Cantolan paku, Rp. 5.000,-

Tidak sampai 50 ribu, saya sudah punya kaligrafi hiasan dinding minimalis yang manis dipandang tapi hemat di kantong.

Alat yang dibutuhkan juga alat-alat standar pertukangan manual, tidak perlu yang besar-besar apalagi harus yang ber-mesin. Palu, gergaji tangan, alat ukur (siku dan meteran) dan obeng.

Proses pengerjaannya juga tidak sulit-sulit banget kok. Asal punya niat yang bulat dipadu dengan segudang semangat, jadilah kaligrafi hiasan dinding minimalis ini.

Yuk, kreatif saat sedang #DiRumahAja. Jaga kesehatan dan tetap selalu berfikir positif.
Semoga bermanfaat dan salam bahagia..

Membuat Kotak Meteran Listrik Sendiri Di Rumah

Membuat Kotak Meteran Listrik Sendiri Di Rumah

Sejak pindah tempat tinggal, dari Wringin Bondowoso ke Paiton Probolinggo saya menjadi lebih banyak memiliki waktu santai di rumah. Ya, jika sebelumnya saat masih tinggal di Wringin saya membutuhkan dua jam perjalanan untuk pergi dan pulang untuk bekerja, sekarang saat di Paiton sudah tidak begitu. Sepuluh menit, sudah cukup untuk pergi dan pulang dari kantor.


Selisih jam ini, akhirnya membuat saya lebih banyak memiliki waktu di rumah. Beruntungnya, saya juga senang dengan hal-hal yang berbau hand made atau membuat sesuatu yang bermanfaat.

Beberapa waktu lalu, saya telah Membuat Kotak P3K Sendiri Di Rumah. Hasilnya, alhamdulillah sesuai ekspektasi, tidak kalah dengan kotak P3K yang dijual di pasaran. Selain itu, dalam kotak P3K tersebut, saya juga dapat menyimpan banyak jebis obat karena memang ukurannya saya buat agak besar.

Emang dasar tangan saya yang tidak bisa diam saat sedang santai di rumah. Kemarin, saya juga telah membuat kotak meteran listrik.

Pembuatan kotak meteran listrik ini tanpa rencana sebelumnya. Hanya saja, saat saya memasukkan token listrik kok ya tombol-tombolnya sudah mulai kusam karena terkena panas  matahari langsung saat pagi hari.

Akhirnya, muncul ide untuk membuat kotak meteran listrik sendiri. Sebenarnya sih, sebelum membuatnya, saya coba browsing harga kotak meteran, ternyata harganya gak mahal-mahal banget. Cuma karena sayanya yang suka repot, akhirnya saya memutuskan untuk membuat sendiri saja.

Membuat kotak meteran listrik ini hampir sama dengan membuat kotak P3K, mulai dari bahan, alat hingga cara pengerjaannya. Hanya ukurannya saja yang berbeda. Bahannya juga masih sama, saya memakai kayu dan triplek dari sisa membangun rumah. Hanya engsel, gagang pintu dan cantolan saja saya yang membeli.

Karena semuanya sama, berikut ini saya tampilkan proses pengerjaan hingga hasil setelah diaplikasikan ke meteran listrik.


Gambar di atas merupakan proses awal pembuatan rangka. Saya menggunakan rakitan beberapa potongan triplek sisa. Saya juga menambahkan lem kayu, untuk memperkuat hasil rangkanya.


Di atas merupakan gambar setelah rangka dipasang pintu sekaligus telah saya haluskan plus telah diplamir. Saya plamir agar nanti jadinya lebih halus setelah di cat.


Setelah di plamir, selanjutnya saya menge-cat-nya. Untuk warna cat, saya buat dua warna, hijau dan putih. Dua warna ini saya pilih karena memang sisa cat yang ada hanya dua warna ini. Putih sisa cat lisplang, yang hijau sisa cat pagar, jadi memang tidak ada pilihan lain, hehe..


Taraaaaaaaaaa! Cantik, kan?
Setelah dipasang, alhamdulillah, lagi-lagi sesuai ekspektasi. Kotaknya keren. Yang paling penting sih, meteran listrik saya aman dari terkena sinar matahari langsung.

Nah, bagaimana dengan Anda? Yuk, kreatif dari rumah!
Salam bahagia.

Membuat Kotak P3K Sendiri Di Rumah

Membuat Kotak P3K Sendiri Di Rumah

Ketersediaan obat dan bahan kesehatan di rumah merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap keluarga. Obat dan bahan ini biasanya akan dibutuhkan untuk pertolongan pertama saat terjadi hal yang tidak diinginkan seperti luka, sakit ringan dan hal lainnya.


Namun biasanya, karena digunakan oleh beberapa orang dalam keluarga dan tidak disimpan pada tempat khusus, akan membuat sedikit 'keributan' saat sedang dibutuhkan.
Baca Juga : Pertolongan Pertama Saat Si Kecil Demam
Contohnya saja saat saya kebingungan mencari obat oles yang sering berpindah-pindah tempatnya. Maklum, orang desa masih suka dengan obat oles, yang biasa digunakan untuk luka, pijat dan semacamnya.

Untuk menghindari hal tersebut terjadi, dalam keluarga, biasanya akan disediakan sebuah kotak khusus bernama Kotak P3K. Termasuk juga dalam keluarga saya, Keluarga Nurma.

Nah, beberapa waktu lalu, saat saya sedang ada waktu senggang, ditambah dengan tersedianya bahan dan alat, saya mencoba untuk membuat kotak P3K sendiri di rumah. Lumayan, bisa hemat sekian puluh ribu. Dan yang lebih asyik, bisa mengisi waktu luang saat sedang tidak ada aktivitas.

Membuat kotak P3K ini sebearnya mudah, asal ada alat, bahan, kemauan dan keuletan plus niat. Potong sana-potong sini, paku sana-paku sini, jadi!

Iya, semudah itu proses membuat kotak P3K sendiri di rumah seperti yang beberapa waktu lalu saya lakukan.

Bahan yang saya gunakan adalah bahan-bahan bekas, kecuali engsel, gagang pintu dan kaca. Saya membeli bahan-bahan ini tidak sampai 15 ribu.

Kebutuhan bahan lainnya, mulai dari kayu reng, triplek, paku dan cat saya menggunakan bahan bekas sisa dari pembangunan rumah.

Untuk alatnya, palu, gergaji, alat ukur dan beberapa lainnya saya memang sudah punya.


Proses ini adalah proses awal, pemotongan dan penyatuan antar kayu untuk rangka yang sudah saya potong. Prosesnya mudah, hanya butuh palu, paku, gergaji, alat ukur dan niat, hehehe.

Setelah rangkanya jadi, selanjutnya proses pemasangan dindingnya. Saya menggunakan triplek bekas cor.


Setelah selesai, selanjutnya melakukan pengecatan. Untuk cat, tinner dan kuas saya menggunakan sisa cat kayu lisplang yang digunakan untuk rumah. Proses pengecatan ini yang agak lama, karena harus dilakukan pelan-pelan untuk mendapatkan hasil yang halus. Selain itu juga harus dikeringkan hampir seharian.


Setelah di cat, tinggal pasang engsel, gagang pintu, kaca dan sticker khas keluarga Nurma. Akhirnya, jadi deh! Kotak P3K Keluarga Nurma.


Nah, bagaiman? Anda tertarik untuk membuatnya juga?

Yuk, jadi ayah kreatif! :)

Salam bahagia dari Keluarga Nurma..

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik